Jumat, 17 April 2020 11:55
Sekjen MUI, Dr Anwar Abbas
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Ada usul menarik dari Sekretaris Jendela (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Anwar Abbas. Pengumpulan zakat di tengah wabah corona sebaiknya dikelola di tingkat rukun tetangga (RT).

 

RT adalah struktur pemerintah di tingkat terbawah. Mereka bersentuhan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka juga paling tahu kondisi warganya, yang kurang mampu maupun yang berkelebihan.

Buya Anwar, sapaan akrab Anwar Abbas, sepakat dengan ajakan Wapres Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Fachrul Razi. Khususnya percepatan pembayaran zakat, infak, dan sedekah. Khususnya zakat maal atau zakat harta.

Zakat harta sebaiknya dibayarkan sebelum Ramadan. Biasanya orang-orang kaya menunggu momen Ramadan untuk mengeluarkan zakat hartanya. Harapannya meraih keberkahan berlipat.

 

Wapres KH Ma'ruf Amin menganggap, keberkahan berlipat itu bisa diraih sekarang. Pada saat banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan. Mereka yang terdampak kebijakan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas.

Buya Anwar setuju. Namun, dia mengusulkan agar dikelola di tingkat RT saja. Alasannya, agar zakat yang terkumpul tersebut bisa disalurkan ke sasaran yang tepat. Terutama kepada tetangga yang benar-benar membutuhkan.

Buya Anwar memang berbicara pentingnya memperhatikan tetangga di masa pandemi Covid-19. Itu disampaikan dalam diskusi yang rutin digelar Komisi Infokom MUI Pusat setiap Senin dan Kamis.

Dia lebih menyarankan zakat, infak, sedekah itu disalurkan melalui RT ketimbang lembaga amil zakat pemerintah maupun swasta. Buya Anwar punya alasan tersendiri.

"Misalnya saya akan membayar infak sedekah untuk tetangga saya melalui lembaga amil zakat. Tetapi oleh lembaga amil zakat dibagi ke tempat lain. Ini menjadi bermasalah. Maka harus ada orang yang memungut zakat di tingkat RT, lalu kepada penduduk di RT itu dibagi," paparnya.  

Dengan cara seperti itu, menurut dia, orang yang kesusahan di level RT akibat wabah Covid-19, cepat tertolong. RT juga lebih mudah menentukan siapa saja penduduk yang paling membutuhkan jika sewaktu-waktu ada pihak luar yang ingin memberikan bantuan.

Langkah seperti itu, menurut dia, perlu segera diambil agar masalah-masalah lain tidak timbul.  

"Sementara perut tiap hari harus diisi. Kalau tidak, maka yang punya perut akan merugikan baik diri sendiri ataupun orang lain," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Buya Anwar juga menyindir orang kaya yang tidak peduli tetangganya.

"Meskipun kita sudah sepuluh kali naik haji, jika membiarkan tetangga kelaparan, kita belum dikatakan beriman dengan baik. Bagaimana mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri," kata Buya dalam diskusi MUI Dakwah Online bertema Sistem Pengelolaan Dana Keagamaan di Tengah Wabah, Kamis (16/4/2020). 

TAG

BERITA TERKAIT