Rabu, 15 April 2020 19:03
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Tidak semua orang dapat tetap #DiRumahSaja. Ada yang harus meninggalkan rumah demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Begitu bunyi kutipan kalimat dalam sebuah poster ajakan berdonasi. Dibuat siswa kelas XI SMA Islam Athirah 1 Makassar. 

Dia adalah Nailah Dea Mutiarasani (16). Bersama 14 orang temannya, dia tergerak mengumpulkan donasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah. 

 

Namun, ada beberapa profesi yang tidak dapat dilakukan dari rumah. Di antaranya tukang ojek, tukang becak, dan pekerja harian lainnya. Mereka harus meninggalkan rumah demi kelangsungan hidupnya. 

Atas dasar itu, Dea dan teman-temannya merasa terpanggil untuk ikut andil mengurangi beban mereka. Dibentuklah gerakan "Help From Home". Membantu dari rumah. Awalnya mereka ragu, tetapi mereka percaya diri untuk sebuah kebaikan.

"Awalnya ide dari saya ji. Iseng-iseng ja tanya temanku. Mereka juga awalnya ragu, tetapi dicoba saja, karena niat ta mau ki membantu," ujar Dea dengan dialek Makassar, Rabu (15/4/2020). 

Saat ini, gerakan Help From Home telah mengumpulkan donasi Rp6.142.000. Donasi yang terkumpul itu kemudian akan disalurkan dalam bentuk barang berupa nasi kotak dan masker kain.

"Nasi box untuk makan siang dan masker kain. Maskernya sementara dipesan mi," tambah dara berusia 16 tahun ini.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, SPd, MPd mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Dia mengatakan, itu murni inisiatif dari siswa. Dia hanya memberikan motivasi dan mengingatkan agar tetap berhati-hati karena Makassar masih tidak aman dari ancaman Covid-19.

"Kami bahagia mendengarnya. (Pengumpulan donasi itu) inisiatif mereka. Ini bukti bahwa pendidikan karakter, dalam hal ini berbagi kepada sesama yang telah kita tanamkan saat mereka di sekolah itu telah mereka implementasikan. Artinya saat ini mereka memahami betul arti berempati," ujar Tawakkal.

"Kami senantiasa berkomunikasi dengan Dea dan timnya, terus memotivasi, memberikan dukungan, dan berpesan agar tetap berhati-hati karena Makassar masih zona merah," tutupnya.


 

TAG

BERITA TERKAIT