RAKYATKU.COM,WAJO - Petugas berpakaian hazmat mengevakuasi sesosok jasad. Tergeletak di antara pohon pisang di Labuangpatu, Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Wajo.
Korban diketahui baru beberapa hari di Labuangpatu. Dia baru saja pulang dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Salah seorang tetangga korban, Wati menemukannya. Dia hendak mengambil lengkuas di samping rumah. Tiba-tiba hidungnya menangkap bau menyengat.
Ternyata ada mayat di antara pohon pisang. Sudah bengkak dan membusuk. Diduga sudah beberapa hari.
"Korban sebelumnya tidak berdomisili di TKP. Baru datang pada Senin tanggal 6 April 2020. Dia dari Balikpapan menggunakan kapal laut," jelas Kapolsek Tanasitolo, Iptu M Palibong, Selasa (14/4/2020).
Korban diperkirakan meninggal antara Kamis (9/4/2020) sampai Jumat (10/4/2020). Menurut keterangan saksi, bau busuk sudah tercium sejak Jumat malam.
Penyebab korban meninggal belum diketahui. Menurut tetangga dan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit hipertensi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Khawatir terinfeksi virus corona, evakuasi dilakukan petugas menggunakan hazmat. Proses pemakaman juga menggunakan protokol Covid-19.
Polisi telah memasang garis polisi di TKP. Juga memeriksa sejumlah saksi. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatana Tanasitolo dan Puskesmas Tanasitolo. (Rakyatku.com/Rasyid)