RAKYATKU.COM,BARRU - Bupati Barru, Suardi Saleh memberi harapan kepada warga terdampak corona. Khususnya, mereka yang menganggur.
Suardi mengumpulkan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barru, Senin (13/04/2020). Banyak hal yang disampaikan seputar penanganan wabah Covid-19.
"Pertama, sekarang ini ada kartu pra kerja. Syaratnya adalah sudah berusia di atas 18 tahun dan sudah tidak kuliah dan tidak kerja. Sampaikan untuk mendaftar. Tolong diteruskan ke masyarakat," katanya di musala kantor bupati Barru.
Warga yang memenuhi syarat, bisa mendaftar via online tanpa dipungut biaya. Kades dan lurah harus meneruskan agar mereka yang berhak tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Kedua, pemerintah (pusat) memberi kita kewenangan untuk tangani Covid-19 ini dengan cara mengalokasikan dana desa untuk refocusing menangani Covid-19 ini," tambah Suardi Saleh.
Ia mencontohkan, alokasi dana desa itu bisa dialihkan sebagian ke pembelian masker untuk dibagikan ke semua penduduk. Jika memungkinkan menyiapkan juga sabun atau hand sanitizer dan tempat cuci tangan.
"Saya harap ini segera dilakukan. Jangan tunda. Termasuk masker ke semua warga. Khusus kelurahan, itu disiapkan melalui Dinas Kesehatan," tegas Suardi Saleh yang didampingi Wakil Bupati Nasruddin AM, penjabat Sekda Abustan, dan sejumlah pimpinan SKPD.
Terkait bantuan langsung tunai yang besarannya Rp1 miliar sampai Rp1,2 miliar untuk dana desa, disiapkan 20 sampai 25 persen. Sedangkan dana desa yang angkanya Rp1,2 miliar sampai Rp2 Miliar bisa sampai 30 persen, meski masih menunggu landasan hukum secara tertulis dari pusat.
Begitu juga program pekerjaan fisik diminta ditunda dulu tahun ini selama penanganan wabah corona. Menurutnya, fokus sekarang adalah melindungi daerah dan warga kita dari penularan wabah tersebut.
"Untuk pekerjaan fisik di desa tahun ini ditunda dulu. Kita fokus dulu untuk penanganan Covid-19. Kita siapkan juga kelurahan BLT sama seperti di desa, Rp600 ribu," jelasnya.
Dalam rapat koordinasi ini, Suardi Saleh juga mempertegas kembali agar semua bantuan dan program yang dijalankan harus adil, dan tepat sasaran. Karena itu, sangat penting melakukan pendataan yang baik.
"Pasti banyak orang mengharapkan bantuan yang rentan miskin apalagi miskin. Misalnya penjual yang sehari-hari bekerja ada penghasilan, tapi tiba-tiba tidak ada pemasukan. Maka situasi ini akan terasa berat. Jalan keluarnya adalah pendataan, karena jangan sampai akurasi pendataan tidak mengcover semua miskin dan rentan miskin. Sesuaikan dengan kondisi sesungguhnya,” tegas Suardi Saleh.
Hal lain adalah menyiapkan penguatan ekonomi desa, seperti memberikan bantuan permodalan bagi UMKM yang sangat terdampak. Tapi pendataan harus dipersiapkan secara matang.
"Saya harap betul pendataan dipersiapkan sehingga tidak muncul hal yang tidak kita inginkan di masyarakat. Kemudian, ada penambahan Bantuan Pangan Non Tunai di Dinas Sosial yang memang sebelum ada Covid-19 di data, jangan ada tumpang tindih antara penerima PKH, BPNT,” paparnya.
Sebelum mengakhiri pengarahannya, Suardi Saleh kembali mengingatkan ke semua Kades dan Lurah untuk selalu pro aktif dan meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing. Seperti jika ada warga yang baru masuk, harus dilaporkan. Utamanya dari daerah transmisi lokal.
Hal itu sangat penting, agar mereka bisa segera diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan memintanya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.