Jumat, 10 April 2020 13:41
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Tawaran gencatan senjata OPM-TPNPB dijawab pasukan TNI-Polri dengan tembakan. Hasilnya, dua tewas dan satu ditangkap hidup-hidup.

 

Ketiganya diduga bagian dari pelaku penembakan terhadap karyawan PT Freepot Indonesia McMoran. Tujuh karyawan jadi korban. Seorang di antaranya warga asing asal Selandia Baru tewas.

Sejak saat itu, pasukan TNI-Polri terus memburu pelaku. 

Pada Rabu (8/4/2020), Ketua OPM Jeffrey Bomanak menawarkan gencatan senjata. Alasannya, perhatian dunia saat ini tertuju pada penanganan wabah virus corona.

 

Namun, aparat gabungan TNI-Polri tidak mau tertipu. Upaya perburuan mengakibatkan kontak tembak di Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika, Papua, Kamis (9/4/2020). 

Akibat baku tembak tersebut, dua orang anggota yang juga disebut Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) tewas ditembak. Seorang ditangkap ditangkap hidup-hidup. Berinisial IS. 

Aparat juga menyita satu pucuk airsoft gun, satu senjata rakitan, 162 butir amunisi, 10 selongsong peluru, 20 ponsel, dan dua handy talky.

Ada juga tiga bendera bintang kejora, tiga kapak, tiga busur panah, 90 anak panah, 11 parang, tujuh senapan angin, dan 11 potongan senapan angin. 

Peristiwa itu terjadi saat aparat gabungan menyergap KKSB yang bersembunyi di sebuah rumah kayu. Penyergapan itu dilakukan setelah Polres Mimika berhasil menangkap enam warga yang diduga menyuplai bahan makanan kepada KKB di wilayah Kali Kopi. 

"Telah dilakukan penegakan hukum terhadap KKB yang telah melakukan penembakan di kompleks kantor PT Freeport Indonesia (OB 1) di Kuala Kencana," kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata.

Era mengatakan, TNI-Polri masih terus mengejar anggota KKSB yang menyebut dirinya OPM-TPNPB tersebut. Razia akan ditingkatkan untuk memberantas pelaku kekacauan tersebut.

TAG

BERITA TERKAIT