RAKYATKU.COM - Keputusan Chris Hill (38) tidak salah. Dia baru menyadarinya sekarang. Setelah kehidupan di Wuhan, China, berangsur-angsur normal.
Guru bahasa asing asal Inggris itu tinggal di episentrum virus corona. Dia menghabiskan 76 hari menunggu wabah virus corona berlalu.
Chris Hill yang berasal dari Washington di Tyne and Wear, tinggal bersama istri dan putrinya yang berusia empat tahun. Rumahnya berjarak sekitar 10 menit dari pasar hewan yang disebut-sebut sumber pandemi.
Januari lalu ketika Wuhan mulai ditutup, Hill sempat berpikir akan pulang ke Inggris. Namun, dia mengurungkan niat. Andai kembali ke Inggris, dia harus menerima kenyataan dikunci lebih lama.
Saat ini, beberapa pembatasan di Wuhan telah dicabut. Orang sudah dibolehkan masuk dan keluar kota. Namun, penduduk masih hanya diizinkan meninggalkan rumah selama dua jam per hari.
"Itu masih berlaku sampai akhir bulan dan kemudian akan dievaluasi. Sebagian besar bisnis masih ditutup karena dengan batas waktu dua jam. Tidak ada gunanya membuka toko hampir sepanjang hari. Jadi semua orang tinggal di rumah saja," katanya seperti dikutip dari Mail.
Hill mengatakan dia berharap sepenuhnya bebas meninggalkan rumahnya pada pertengahan Mei. Hampir empat bulan sejak dimulainya penutupan kota pada 23 Januari 2020.