RAKYATKU.COM - Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia ditenteramkan tembang syahdu dari para musisi dan YouTuber. Menariknya, 10 besar trending YouTube adalah video soal lagu tersebut.
Lagu itu adalah "Aisyah Istri Rasulullah". Aslinya, itu adalah lagu yang diciptakan oleh Projector Band, grup musik asal Malaysia.
Lagu itu aslinya berjudul "Aisyah Satu Dua Tiga Cinta Kamu". Lagu itu aslinya adalah lagu cinta. Hal itu tentu berbeda dengan yang dibawakan beberapa musisi yang kini memuncaki trending.
Jauh sebelum lagu Aisyah booming, tiga tahun yang lalu seorang musisi di Kota Parepare telah membuat lagu tentang wanita berjudul "Bukan Aisyah Istri Rasulullah" yang telah diupload ke Youtube sejak 12 April 2016. Telah ditonton lebih 2.600 kali.
Darja Goriel, pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu "Bukan Aisyah Istri Rasulullah" lagu ciptaannya tersebut dibuat dengan alasan cinta dan rindu kepada wanita yang kini telah dipersuntingnya.
"Setiap perempuan itu unik. Tuhan telah mengaruniakan kepada setiap perempuan karomah (kemuliaan dan kehormatan), dimana wanita itu ada unsur jamaliah(kecantikan) Tuhan," sebutnya saat ditemui, Selasa(7/4/2020).
Darja menyebut alasan membuat judul Bukan Aisyah Istri Rasulullah karena perempuan istri Rasulullah memiliki level yang berbeda.
"Bukan menyandingkan atau memperbandingkan. Namun, memang levelnya sangat berbeda. Aisyah adalah istri Rasulullah yang tentunya mengandung keutamaan dalam dirinya. Namun, perempuan-perempuan masa kini bisa meneladaninya untuk menjadi diri sendiri," tutupnya.
Berikut lirik lagu Bukan Aisyah Istri Rasulullah beserta artinya:
?? ????
?? ???? ??? ?????
?? ???? ??? ?? ????
?? ???? ????
?? ?????? ??? ?? ????
?? ????? ??? ?? ????
?? ?? ???? ??? ?? ????
??????? ??? ?? ????????
???? ????? ????
??????? ??? ?? ????????
???? ????? ?????? ????
?? ???? ? ??? ???????
?? ??????? ??????
?? ???? ?? ?? ????
??? ??? ??? ???
??????? ??? ?? ????????
???? ????? ????
??????? ??? ?? ????????
???? ????? ?????? ????
Ya Ukhti
(Bukan Aisyah Istri Rasulullah)
ya ukhti... anti fi qalbi,
(wahai cintaku, engkau yang terindah)
ya ukhti... anti jamilah,
(wahai cintaku, engkau bersemayam di hatiku)
ya ukhti... uhibbuki,
(wahai cintaku, cintaku mendalam padamu)
fi shobah, anti fi qalbi,
(di pagi hari, cintamu mengalir di hatiku)
fi laili, anti fi qalbi,
(di malam hari, cintamu menari di hatiku)
fi ayyi makanan, anti fi qalbi,
(dan dimana pun aku berada, yang nampak hanyalah cintamu)
bil hakikah ana fin tizar
(sesungguhnya aku menantimu)
lakin limaza raja' ti
(namun engkau pergi meninggalkanku, mengapa?)
bil hakikah ana fin tizar,
(sesungguhnya aku menantimu)
lakin limaza tuhlifu wa'di,
(namun engkau mengingkari janjimu, mengapa?)
ya ukhti... anti ka zahra fil bustani sama'i,
(wahai cintaku, engkau bagaikan sekuntum bunga yang tumbuh di taman langit)
ya ukhti... ma fi qalbi illa anti illa anti,
(wahai cintaku, tiada apapun juga siapapun di hatiku, hanya engkau hanya engkau)
bil hakikah ana fin tizar
(sesungguhnya aku menantimu)
lakin limaza raja' ti
(namun engkau pergi meninggalkanku, mengapa?)
bil hakikah ana fin tizar,
(sesungguhnya aku menantimu)
lakin limaza tuhlifu wa'di,
(namun engkau mengingkari janjimu, mengapa?)