Senin, 06 April 2020 20:55
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memimpin coffee morning didampingi Wabup, Paris Yasir.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menjelaskan sejumlah panduan dalam pencegahan Covid-19. Digelar di ruang pola kantor bupati.

 

Pedoman itu disampaikan dalam coffee morning, Senin (6/4/2020). Dihadiri pimpinan OPD dan camat se Kabupaten Jeneponto. Peserta duduk berjauhan mengikuti protokol Covid-19. 

Turut hadir Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir; Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Irfan Amir, dan Kapolres Jeneponto, AKBP Ferdiansyah.

"Para camat agar dapat menguasai wilayahnya. Melihat kondisi apa yang terjadi di sana. Harus tahu berapa orang ODP dan PDP. Berapa orang yang datang dari luar. Itu semua harus diketahui oleh pak camat," tegas Iksan.

 

Tidak hanya itu, para camat juga diminta mengetahui seluruh pergerakan yang ada di wilayahnya. Di tengah merebaknya wabah corona, sebaiknya lakukan pencegahan dini. Sebelum ada yang terjangkit. 

"Untuk penutupan wilayah (lockdwon) tidak perlu. Namun, pembatasan wilayah perlu diperketat. Kalau ada yang mau nikah boleh saja, tetapi janganmi pesta demi mencegah Covid-19," sebutnya.

Iksan mengatakan, rapat yang digelar ini terbatas. Hanya menghadirkan beberapa orang. Dalam rangka menyusun startegi dalam pencegahan Covid-19.

"Sekarang yang hadir rapat, untuk lebih menegaskan lagi imbauan pemerintah supaya lebih bekerja lagi untuk melaksanakan tugas meskipun langit runtuh," kata dia.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jeneponto yang juga Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Irfan Amir mengatakan, kondisi saat ini merupakan tanggung jawab bersama.

"Sepatutnya kita semua terlibat dalam berupaya mencegah Covid-19. Sampai saat ini wilayah kita yang positif masih nihil dan masih zona hijau dibandingkan dengan daerah lain," ujarnya.

Data hingga Minggu (5/4/2020), orang tanpa gejala (OTG) di Jeneponto tercatat 785 orang, ODP 181 orang, dan PDP 4 orang.

TAG

BERITA TERKAIT