Sabtu, 04 April 2020 21:00
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Insiden kecil terjadi di RS Stella Maris, Sabtu pagi (4/4/2020). Keluarga Pasien Dalam pengawasan (PDP) corona marah-marah.

 

Warga berstatus PDP tersebut meninggal sebelum hasil swab keluar. Makanya, keluarga ngotot untuk menyelenggarakan jenazahnya sebagaimana kematian normal.

Mereka ngotot ingin membawa pulang jenazah ke rumahnya. Menyemayamkannya kemudian menguburkannya. Namun, ditolak Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Keluarga meyakini pasien tersebut meninggal akibat diabetes. Itu yang membuat mereka menolak diperlakukan sesuai standar Covid-19.

 

Mereka berteriak histeris saat jenazah pria berusia 63 tahun itu hendak dibawa mobil ambulans. Polisi dan tentara turun tangan mengamankan situasi.

Satu peleton personel Raider 700 disiagakan di depan pintu IGD RS Stella Maris. Mengantisipasi keluarga yang tidak terima. Sementara Tim Gugus Tugas berusaha memberi pengertian kepada keluarga korban.

Setelah diberi penjelasan terkait standar keamanan proses pemakaman jenazah berstatus PDP, pihak keluarga akhirnya menerima.

"Pihak keluarganya sudah ikhlas setelah diberi penjelasan Tim Gugus. Mereka juga disiapkan satu unit ambulans untuk dibawa melihat proses pemakaman keluarganya di wilayah Samata," jelas Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Basuki yang hadir di lokasi.

Dikawal personel TNI-Polri, jenazah tersebut akhirnya dimakamkan pada pukul 11.30 wita.

TAG

BERITA TERKAIT