RAKYATKU.COM - Resepsi pernikahan Fahrul Sudiana dengan selebgram Rica Andriani jadi perbincangan. Acara itu digelar di sebuah hotel mewah di Senayan Jakarta, Sabtu (21/3/2020).
Padahal, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat pada 19 Maret 2020. Isinya, tidak boleh ada keramaian. Termasuk resepsi pernikahan.
Wakil Wali Kota Samarinda jadi korban. Putrinya dijadwalkan menggelar resepsi Minggu (22/3/2020). Semua persiapan sudah dilakukan. Mengacu pada protokol kesehatan.
Ruangan yang sudah didekorasi disemprot disinfektan. Dokter disiagakan. Thermal gun untuk menguji para tamu juga. Hand sanitizer pun sudah siap.
Bukan itu saja. Makanan sudah disiapkan untuk 50 ribu porsi. Artis sudah dipesan dan dikirimkan biaya tiket.
Acara itu akhirnya dibatalkan Sabtu tengah malam (21/3/2020). Wakil Wali Kota Samarinda, Muhammad Barkati hanya bisa pasrah.
Dia sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Pada akhirnya batal. Makanan itu pun dibagikan kepada panti asuhan, pondok pesantren, dan warga yang membutuhkan.
Barkati tidak lagi memikirkan uang yang sudah dikorbankan. Dia tetap mengutamakan kepentingan masyarakat banyak.
Namun, ada perlakuan berbeda terhadap Fahrul Sudiana. Dia kepala Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Dia sukses menggelar resepsi pernikahan di tengah wabah corona.
"Konsekuensinya terhadap Kapolsek Kembangan ini adalah per TR (surat telegram) mulai hari ini yang bersangkutan dimutasi, ditarik untuk pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (2/4/2020).
Yusri mengatakan, Fahrul dimutasi ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. Fahrul dinilai telah melakukan tindakan indisipliner.
Fahrul Sudiana nekat menggelar resepsi nikah di tengah wabah virus corona karena sudah mengundang dua bulan sebelumnya.
Polda Metro Jaya mencopot jabatan Fahrul sebagai Kapolsek Kembangan dan memutasinya ke Polda Metro Jaya. Fahrul dimutasi untuk menjalani pemeriksaan Propam.