Minggu, 29 Maret 2020 12:20
Pandu Riono
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Belum ada upaya tegas dari pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Masih sebatas imbauan. 

 

Hasil kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) cukup mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan 2,5 juta warga Indonesia akan terinfeksi virus corona.

Dari angka itu, 240 ribu di antaranya berpotensi meninggal dunia. FKM UI menghitung potensi itu lewat Covid-19 Modelling Scenarios, Indonesia.

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengaku diminta khusus oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

Pandu salah seorang penyusun. Dia bersama Iwan Ariawan, Muhammad N Farid, dan Hafizah Jusril.

Hingga hari ini, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.155 orang. Sebanyak 102 sudah meninggal dunia.

Tanpa intervensi, kasus Covid-19 bakal lebih parah. "Yang sekarang hanya ada imbauan. Jadi, antara tanpa intervensi dan intervensi rendah," ujar lulusan University of California Los Angeles itu.

Setiap satu kasus positif Covid-19 bisa menginfeksi setidaknya dua orang lainnya. Indikator yang digunakan adalah jumlah penduduk Indonesia adalah 268 juta. 

Dari jumlah penduduk tersebut, 52,9 persen populasi tinggal di wilayah urban. Lalu, 14,8 persen tinggal di rumah kurang dari 8 meter persegi. Angka terjadinya pneumonia atau penyakit radang paru-paru adalah 1,3 per 1.000 orang.

Kemudian 28,2 persen penduduk bepergian; 50,2 persen mencuci tangan dengan cara tidak benar. 

Nah, angka 2,5 juta warga terinfeksi Covid-19 itu diprediksi terjadi pada hari ke-77. Tim menggunakan patokan hari pertama pada pekan pertama Februari 2020.

TAG

BERITA TERKAIT