Selasa, 24 Maret 2020 09:15
Pasien RSUD Bulukumba sebelum wabah Covid-19.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Pandemi Covid-19 membuat kebijakan di RS Sulthan Dg Radja Bulukumba pada beberapa bagian berubah. Jam besuk pasien ditiadakan. Pengumuman ini telah disebar sejak pekan lalu.

 

Tak hanya itu. Kebijakan terbaru kembali dikeluarkan. Humas RSUD Bulukumba, Gumala Rubiah mengumumkan, pasien yang hendak ke poliklinik Telinga, Hidung, Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher (THT-HL) diminta untuk menunda dulu.

Permintaan penundaan ini disampaikan demi pencegahan virus corona yang sedang merebak di Indonesia. 

Saat ini di Bulukumba terdapat 12 warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) satu orang. Belum ada yang positif.

 

"Imbauan ini sifatnya tidak wajib. Kami hanya menyarankan mengingat kita sedang dalam proses pencegahan. Sebenarnya kami tetap menerima, tetapi yang datang cukup pasiennya saja atau diantar satu orang kerabat yang dalam kondisi sehat dan mengenakan pelindung diri, masker, dan sarung tangan," kata Gumala, Senin (23/3/2020).

Informasi ini dikeluarkan kata Mala, karena adanya kebiasaan masyarakat saat ada yang sakit, diantar oleh banyak kerabat.

Namun dengan kondisi sekarang, sangat tidak dianjurkan. Terlebih sudah ada imbauan bupati Bulukumba agar tetap di rumah selama 14 hari.

Pasien dan pengantarnya satu orang, kata Mala, telah disediakan "handrub" untuk selalu digunakan sebelum masuk ke pelayanan RSUD Bulukumba. 

Ini untuk mencegah penularan virus ke pasien dan pengunjung lainnya.

 

TAG

BERITA TERKAIT