Sabtu, 21 Maret 2020 04:00
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Wabah Covid-19 terus menelan korban. Tidak semuanya pasien. Petugas yang tidak terinfeksi pun berjatuhan.

 

Salah satu korban di kalangan petugas yakni dr Toni Daniel Silitonga. Anggota Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bandung Barat.

Dokter Toni diketahui salah seorang pejabat di Dinas Kesehatan Bandung Barat. Dia menjabat kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M).

Dia meninggal Kamis pagi (19/3/2020) di rumahnya. Kompleks Nusa Hijau, Kota Cimahi, Jawa Barat.

 

Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan memastikan dr Toni meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19. Melainkan akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak lama.

"Dokter Toni tidak langsung bersentuhan dengan pasien. Tugasnya hanya melakukan pemantauan dan edukasi pada masyarakat," ujar Hengky, Jumat (20/3/2020).

Penyakit jantung dr Toni sudah masuk kategori parah. Jantungnya sudah pernah dipasangi ring. Namun, sehari sebelum meninggal, dr Toni tampak sehat dan bugar.

"Mungkin kelelahan. Sebulan kemarin bareng-bareng saya di pengobatan gratis. Ditambah bertugas di Satgas Penanggulangan Covid-19. Karena tentunya sangat stres dan semua pihak merasakan hal yang sama," ungkap Hengky.

Sementara di DKI Jakarta, tercatat 25 petugas medis yang terinfeksi Covid-19. Semuanya positif. Seorang di antaranya meninggal dunia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, angka tersebut cukup memprihatinkan. Makanya, dibutuhkan kerja sama warga untuk memutus mata rantai penularannya.

Anies mengajak seluruh warga Jakarta disiplin untuk tidak keluar rumah. Menjaga jarak batas aman untuk berinteraksi atau disebut social distancing. 

Dengan cara ini, lanjut dia, beban yang ditanggung para tenaga medis yang menangani Covid-19 tidak overload.

"Pesan yang tersebar izinkan kami bekerja di sini (di rumah sakit) izinkan kamu berdiam di rumah. Itu pesan yang sangat powerfull," kata Anies.

TAG

BERITA TERKAIT