RAKYATKU.COM - Hasil laboratorium yang telat bikin deg-degan. Pasien Covid-19 yang meninggal di Makassar, penyelenggaraan jenazahnya diperlakukan normal.
Ada kekhawatiran banyak keluarga dan warga sekitar yang terinfenksi. Korban yang diidentifikasi sebagai Covid 285 itu beralamat di Jalan Rajawali, Makassar.
Dia baru pulang menunaikan umrah pada 25 Februari 2020. Sempat dirawat lima hari di RS Siloam, pasien perempuan berusia 55 tahun tersebut akhirnya meninggal dunia, 15 Maret 2020.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 wita. Korban berinisial HP itu diperlakukan normal. Sebagaimana jenazah muslim pada umumnya.
Maklum pada saat itu, korban belum diketahui positif Covid-19. Hasil laboratorium baru keluar pada Kamis (19/3/2020).
Jenazah dimandikan sebagaimana biasanya. Kemudian disalatkan usai salat zuhur di Masjid Al-Bilal Kelurahan Pannambungan, Kecamatan Mariso, Senin (16/3/2020). Korban selanjutnya dikebumikan di Pakatto, Kabupaten Gowa.
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pihaknya tengah melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan korban.
Menurut Iqbal, suami korban saat ini masuk dalam pengawasan. Walaupun foto thorax menunjukkan negatif, dia mengalami gejala mirip Covid-19.
Puluhan keluarga dan warga lain juga dalam pemantauan. Iqbal memerinci, ada 68 orang dalam pengamatan. Orang dalam pemantauan (ODP) 5 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) 9 orang, dan 2 positif di Sulsel. Termasuk korban.
"Termasuk keluarga dan orang-orang yang satu travel dengan almarhumah. Suami yang bersangkutan dalam pengawasan karena memiliki gejala, namun foto thorax negatif," ujarnya.
Untuk mencegah penularan lebih luas, tim Gugus Tugas juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kediaman serta sekitar rumah korban.
"Setelah zuhur tadi sudah dilakukan penyemprotan," ujar Iqbal yang didampingi antara lain Kadis Kesehatan, Naisyah Tun Azikin.