Kamis, 19 Maret 2020 19:02
Wanita Syiah di Irak nekat melanggar pembatasan terkait virus corona.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Tentara Irak terlibat perdebatan dengan sejumlah wanita Syiah. Perempuan berpakaian hitam-hitam itu melanggar jam malam dan pembatasan terkait virus corona.

 

Di Irak, dilaporkan sudah 12 orang tewas akibat virus corona. Sementara jumlah warga yang terinfeksi sudah mencapai 164 orang.

Kondisi itu membuat pemerintah memberlakukan jam malam. Juga membatasi kunjungan atau perjalanan warga. Jam malam diberlakukan sejak Selasa malam selama enam hari. 

Namun, ada saja warga yang membandel. Sejumlah perempuan ini contohnya. Mereka menghindari pagar kawat berduri melalui ladang dan jalan-jalan kecil di Baghdad.

 

Perempuan itu ngotot melanggar untuk memperingati hari kematian Imam Syiah, Musa Al Kadhim yang sangat mereka hormati.

Peringatan itu, yang akan ditandai pada hari Sabtu, biasanya menarik jutaan peziarah dari seluruh dunia setiap tahun ke Baghdad. Mereka mengunjungi dan mencium tempat suci berkubah emas yang menjadi tempat peristirahatan imam di tepi Sungai Tigris.

Secara tradisional, peziarah berkumpul dengan berjalan kaki di kompleks yang megah untuk berdoa dan mengambil bagian dalam upacara berkabung yang berlangsung beberapa hari.

Ulama agung Ayatollah Besar Ali Sistani telah mendesak warga Irak untuk tidak berkumpul dalam jumlah besar untuk salat. Sebab, risiko kontaminasi bisa tinggi. Dia juga menyatakan perang melawan virus corona sebagai tugas suci.

Irak telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan menutup tempat-tempat suci di seluruh negeri. Termasuk di makam Imam Kadhim.

Sejak Rabu, pasukan Irak ditempatkan di sekitar lokasi berusaha membujuk para peziarah untuk kembali ke rumah.

"Untuk kesehatanmu sendiri kita melakukan ini," kata seorang tentara kepada seorang wanita tua di jalan seperti dikutip dari Gulf News.

"Tidak ada yang bisa mencegah kita mengunjungi para imam kita! Bukan terorisme, bukan perang, bukan virus!" balas perempuan itu.

Musa Al Kadhim, yang ketujuh dari 12 imam yang dihormati oleh Muslim Syiah. Meninggal pada tahun 799 ketika dalam penahanan oleh khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid.

Di pos pemeriksaan lain, sekitar 20 pria melambaikan bendera bertuliskan lambang agama berwarna kuning dan hijau ketika mereka berusaha melewati tentara yang menghalangi jalan.

Sebaliknya, kota suci umat Syiah Najaf, selatan Baghdad, sangat sunyi. Mausoleum menantu Nabi Muhammad, Ali bin Abi Thalib ditutup dan esplanade yang sibuk biasanya kosong, kata seorang fotografer AFP.

Otoritas kesehatan telah melaporkan 13 kematian dan 164 infeksi di Irak dari virus corona baru.

Namun, banyak yang menduga jumlah kasus bisa lebih tinggi, karena kurang dari 2.000 orang telah dites di negara berpenduduk 40 juta.

Rakyat Irak telah menyatakan kekhawatirannya akan dampak wabah besar di negara itu, karena konflik selama bertahun-tahun dan investasi yang buruk telah merusak sistem kesehatan negara itu.

TAG

BERITA TERKAIT