RAKYATKU.COM - Penyebaran virus corona ngeri-ngeri sedap. Keterbatasan alat tes membuat banyak penderita yang belum sempat terdeteksi. Tiba-tiba sudah meninggal dunia.
Seperti kasus di di RS dr Moewardi (RSDM), Solo. Pasien laki-laki berusia 60 tahun dilaporkan meninggal dunia. Statusnya masih dalam pemantauan.
Sampelnya sementara diuji laboratorium. Hasilnya belum keluar. Belum diketahui apakah dia positif corona atau negatif.
"Hasil tesnya belum kita ketahui, masih nunggu. Masuk kemarin, rujukan rumah sakit swasta di Solo," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (19/3/2020).
Meski sudah meninggal, Ganjar mengaku tetap menunggu hasil tes pria tersebut. Bila positif, maka semua orang yang pernah kontak dengannya bakal segera diisolasi.
Pasien tersebut diketahui bukan peserta seminar di Bogor, Jawa Barat seperti dua pasien lain yang meninggal di Solo.
Hari ini, Kamis (19/3/2020), tercatat sudah 25 orang yang meninggal akibat Covid-19.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, kematian pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah 5 orang. Semula 12 orang menjadi 17 orang.
Di Jawa Tengah, kini jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 1, sehingga totalnya menjadi 3 orang.
Dengan demikian, total jumlah korban positif Covid-19 yang meninggal dunia secara nasional juga berubah. Dari yang semula 19 orang menjadi 25 orang.
Di luar negeri, ada kasus baru positif Covid-19 terkait WNI, yakni di Makau. Selain itu, ada peningkatan jumlah WNI positif Covid-19 di Singapura dan Malaysia. Total ada 40 WNI di 7 negara yang positif Covid-19, 10 di antaranya sudah sembuh.