RAKYATKU.COM,ENREKANG -- Pemkab Enrekang bergerak cepat mengantisipasi pandemi Covid-19. Rapat khusus digelar di ruang pola kantor bupati, Senin (16/3/2020).
Rapat yang dipimpin Bupati Muslimin Bando mengagendakan pembentukan gugus tugas.
Gugus tugas tersebut terdiri atas pejabat lintas instansi dengan dipimpin tiga ketua. Ketua 1 kepala BPBD, ketua 2 kepala Dinas Kesehatan, dan ketua 3 dari unsur kepolisian.
Anggota gugus tugas terdiri atas para pimpinan OPD, TNI, direktur RS Massenrempulu, para camat, kades dan lurah, para kepala puskesmas, Kemenag, MUI, Baznas, TP PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, pimpinan perguruan tinggi, dan media.
Rapat juga menyepakati kepala Dinas Kesehatan selaku juru bicara. Posko dipusatkan di kantor Dinas Kesehatan.
MB dalam arahannya menegaskan kepada jajarannya, agar setiap penduduk yang mengalami gejala-gejala seperti demam, pilek, maupun sesak napas, agar segera dirujuk ke RS.
"Jika ada yang panasnya di atas 38 derajat, segera melaporkan diri untuk ditangani," harap MB.
Para ASN, pegawai, aparat desa, hingga karyawan diminta agar menghindari menggelar atau mengikuti kegiatan keramaian. Juga tidak melakukan perjalanan ke luar Enrekang apabila tidak urgen.
Pihaknya juga mengimbau seluruh unit pelayanan di Enrekang agar menerapkan standar kesehatan maksimum. Seperti menyiapkan hand sanitizer, tisu, dan sabun cair untuk cuci tangan.
Imbauan ini juga berlaku untuk instansi vertikal maupun swasta. Pantauan media, Bank BRI telah lebih dahulu menyiapkan hand sanitizer untuk nasabahnya.
Langkah pencegahan lainnya, bupati meminta masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, memperbanyak konsumsi jamu tradisional seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Juga makanan yang sementara diteliti sebagai penangkal corona, seperti jambu batu dan daun kelor.