Senin, 16 Maret 2020 08:55
AFP
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Pada hari Minggu Italia melaporkan 368 kematian baru akibat virus corona.

 

Data resmi menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa telah melonjak menjadi 1.809, dari total 24.747 kasus.

Lombardy, daerah berpenduduk padat di sekitar ibukota Milan, telah menjadi wilayah yang paling terkena dampak, dengan 1.218 kematian. Dari jumlah tersebut, 252 tercatat dalam 24 jam terakhir.

Gubernur wilayah Milan, Attilio Fontana, mengatakan situasi di daerah sekitar ibukota "semakin memburuk".

 

"Kami hampir mencapai titik di mana kami tidak akan lagi dapat menyadarkan orang karena kami akan kehabisan tempat tidur unit perawatan intensif," kata Fontana kepada saluran Sky TG24 Italia.

"Kami membutuhkan mesin (dokter) untuk melakukan ventilasi paru-paru, respirator buatan yang sayangnya tidak dapat kami temukan," kata Fontana.

"Begitu respirator itu tiba dari luar negeri, kami akan siap untuk menyerang."

Walikota Milan Beppe Sala mengatakan dia telah berhasil mengamankan pengiriman masker bedah dari China untuk membantu menutupi kekurangan yang terus meningkat.

"Milan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan kota-kota utama Cihna dan saya melakukan beberapa panggilan telepon selama beberapa hari terakhir untuk mencari masker," katanya.

"Pengiriman pertama tiba (Jumat) dan kami sekarang akan mendistribusikannya ke dokter, ke staf kami."

Komisi Eropa juga mengumumkan pengiriman satu juta masker dari Jerman.

Dan di tengah krisis, Vatikan telah mengambil langkah drastis dengan membatalkan perayaan minggu Paskah yang akan dimulai pada 5 April.

"Saya tidak begitu tertarik dengan apa yang orang katakan tentang agama," kata pensiunan Roma, setelah Vatikan mengeluarkan pengumuman.

"Aku tertarik pada apa yang orang katakan tentang kesehatan kita."

TAG

BERITA TERKAIT