Minggu, 15 Maret 2020 17:00
Wakapolsek Rilau Ale, Iptu Nuryadin (dalam lingkaran).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Ada peristiwa tak biasa saat warga Sapepe berunjuk rasa ke Mapolsek Rilau Ale, Jumat sore (14/3/2020).

 

Warga yang menunggu respons polisi terkait penahanan orang tua korban pelecehan seksual, justru mendapat perlakuan kurang nyaman. 

Seorang polisi berseragam berteriak dari dalam. Dia tampak emosi sambil menepuk-nepuk dadanya. Belakangan diketahui, polisi itu Wakil Kepala Polsek Rilau Ale, Iptu Nuryadin.

Tindak itu disayangkan sejumlah kerabat korban. Dia menilai seorang polisi seharusnya mengayomi warga, bukan malah menantangnya.

 

"Kenapa seorang wakapolsek marah kepada masyarakat? Saya yang korban. Kenapa itu pak?" balas salah seorang warga yang tak terima dengan perlakuan wakapolsek.

Sejumlah warga lain, termasuk seorang anggota Satpol PP yang sedang berada di lokasi berusaha melerai perdebatan. Namun, Nuryadin terus menunjuk-nunjuk massa sehingga perdebatan kian panjang.

Beruntung, tidak ada perkelahian atas kejadian ini. Massa berusaha menahan diri dari provokasi tersebut.

"Kami sayangkan sikap wakapolsek yang marah dan memprovokasi kami. Kami datang ke sini hanya ingin meminta kepada Polsek Rilau Ale menunjukkan keadilannya. Kami datang dengan penuh kedamaian. Tapi kami malah dapat perlakuan yang tidak wajar," ujar Saenal, salah seorang kerabat korban pelecehan seksual.

TAG

BERITA TERKAIT