Selasa, 10 Maret 2020 09:15
Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin mewakili bupati menutup MTQ ke-43 tingkat Kabupaten Jeneponto, Senin malam (9/3/2020).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-43 Tingkat Kabupaten Jeneponto resmi ditutup. Berlangsung selama lima hari di lapangan sepak bola Kelurahan Bontotanganga, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto.

 

Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin yang mewakili bupati mengatakan, semarak MTQ yang dilaksanakan telah membuahkan hasil sesuai harapan yang ingin dicapai.

Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Mulai panitia, baik LPTQ, panitia kabupaten, dewan hakim, dan lebih khusus kepada panitia lokal Kecamatan Tamalatea. Begitu pula para kepala desa yang secara bersama-sama bekerja maksimal sehingga kegiatan berlangsung dengan baik.

Selain itu, kepada seluruh komponen yang terlibat pada pelaksanaan kegiatan ini. Khususnya kepada para sesepuh, tokoh masyarakat, pemuka agama, para pemuda, tokoh perempuan, PKK, kalangan swasta, serta seluruh lapisan masyarakat.

 

"Segala dukungan dan pengabdian yang telah diberikan sehingga MTQ ini telah berjalan dengan sukses dan lancar. Pencapaian ini merupakan berkah, yang insya Allah bernilai ibadah dan semakin membawa rahmat, merekatkan persaudaraan dan kebersamaan kita," urainya, Senin malam (9/3/2020).

Tidak lupa dia menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta, qari dan qariah yang menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Selanjutnya dipersiapkan selaku duta Kabupaten Jeneponto pada MTQ tingkat Sulawesi Selatan. Saya yakin dan percaya bahwa kompetisi pada pelaksanaan MTQ ini telah berlangsung dengan adil, jujur, dan sportif. Mengedepankan kondisi riil sesungguhnya. Dilandasi nilai-nilai kejujuran untuk mencapai hasil yang optimal," katanya.

Kepada peserta yang belum meraih hasil terbaik, lanjut Sekda, jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk belajar lebih giat, membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Patut disyukuri, bahwa seluruh qari dan qariah, peserta yang tampil pada kompetisi ini adalah generasi muda Islami dari sekian banyak putra-putri di daerah ini. "Kalian telah menjadi bagian dari putra putri terbaik yang dimiliki Bumi Turatea tercinta ini," katanya.  

Kepada qari dan qariah yang akan mewakili Jeneponto di event yang lebih tinggi, Sekda meminta agar terus belajar dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Disertai bimbingan dari para pelatih, sehingga dapat bersaing secara unggul dan  memberikan prestasi yang menggembirakan bagi daerah ini.

Menurut dia, gerakan akselerasi pembelajaran Al-Qur’an dan pembangunan bidang keagamaan terus dilakukan melalui pengembangan berbagai sarana dan fasilitas pendidikan keagamaan, baik melalui pengembangan TKA/TPA.

Baik itu keberlanjutan pusat studi Islam, pembangunan pondok pesantren di berbagai tempat, maupun peningkatan kapasitas dan pembinaan bagi perangkat keagamaan. 

Salah satu hal penting yang perlu terus dilakukan adalah pembinaan tingkat dasar bagi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an. 

"Karena itu, tidak henti-hentinya saya mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah hingga ke tingkat desa/kelurahan, termasuk kepada jajaran pendidikan di tingkat sekolah dasar agar menggerakkan anak-anak kita. Khususnya bagi anak usia sekolah, selain menuntut pendidikan formal, juga untuk belajar Al-Qur’an melalui TKA/TPA," sebutnya.

Hal tersebut menjadi penekanan. Selain meningkatnya angka partisipasi kasar usia sekolah, juga terus berupaya membangun kemampuan anak-anak dalam memahami baca tulis Al-Qur’an. 

"Harapan inilah yang menjadi cita-cita kita bersama, sehingga Jeneponto menjadi daerah yang tumbuh secara selaras, sejahtera secara materil dan spiritual, dan diisi oleh sumber daya manusia yang religius, jujur dan disiplin," tuturnya. 

Sebelumnya, MTQ ini dibuka Bupati Jeneponto Iksan Iskandar. MTQ tahun ini mengangkat tema "Umat Rukun Indonesia Maju Menuju Jeneponto Smart". 
 

TAG

BERITA TERKAIT