RAKYATKU.COM,BONE - Virus corona (Covid-19) menjadi momok yang sangat menakutkan saat ini. Apalagi, di Indonesia sudah ada yang terinfeksi virus mematikan tersebut.
Bupati Bone Dr H Andi Fahsar M Padjalangi, memiliki cara tersendiri dalam mengantisipasi penyebaran virus ini di Bumi Arung Palakka. Salah satunya lewat surat edaran tentang kesiapsiagaan menghadapi infeksi corona virus disease.
Apalagi Kabupaten Bone yang memiliki luas wilayah sekitar 4.559 kilometer persegi. Jumlah penduduk berdasarkan agregat kependudukan sampai Juni 2019, sebanyak 806.889 jiwa. Terdiri atas 394.477 jiwa penduduk laki-laki dan 412.412 jiwa penduduk perempuan. Tersebar di 27 kecamatan, 44 kelurahan, dan 328 desa.
Tidak mengherankan apabila Dr H Andi Fahsar M Padjalangi yang memasuki dua periode masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle MM, memiliki perhatian serius terhadap virus tersebut.
Sebagaimana dikemukakan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dinas Infokom dan Persandian Kabupaten Bone, Bahram ST, MSi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2020).
Menurut Bambang, sapaan Bahram, surat edaran bupati Bone ditujukan kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, direktur RSUD Tenriawaru Bone, kepala Rumah Sakit Pancaitana Watampone, kepala Rumah Sakit M Yasin, kepala Rumah Sakit Hapsa Watampone, dan para camat se-Kabupaten Bone.
Agar virus corona tidak masuk ke Bone, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan harus segera ditindaklanjuti. Dimulai dengan sosialisasi secara berjenjang mengenai bersama dengan lintas sektor terkait.
Melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menggunakan media yang ada untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Kegiatan deteksi dini dan respons dilakukan di pintu masuk wilayah untuk mengidentifikasi ada tidaknya pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan.
Instansi terkait diminta aktif mengakses situs resmi WHO atau sumber lain dari pemerintahan yang dapat dipercaya. Juga mewaspadai rumor yang berkembang terkait Covid-19.
Selain itu, bersiap-siap mengaktifkan rencana kontijensi ketika ancaman yang berpotensi kedaruratan keselamatan masyarakat benar-benar terjadi.
Selanjutnya, mempersiapkan tim gerak cepat (TGC) termasuk sarana dan prasarana dan logistik serta pembiayaan.
Tersedianya ruang wawancara/ruang observasi dan ruang karantina untuk tatalaksana lebih lanjut. Lalu, memastikan tersedianya alat transportasi atau ambulans dan peralatan medis untuk merujuk setiap saat bila diperlukan.
Menyiapkan logistik penunjang pelayanan kesehatan yang dibutuhkan antara lain obat-obatan, life-saving, alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), dan Health Alert Card (HAC).
Senantiasa berpedoman pada pedoman pengendalian yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan termasuk mekanisme atau prosedur tata laksana rujukan.
Melakukan deteksi dini melalui peningkatan kegiatan surveillance rutin dan surveillance berbasis kejadian untuk menemukan adanya indikasi pasien dalam pengawasan Covid-2019 yang harus direspons dalam bentuk verifikasi kasus, investigasi kasus dan notifikasi, dan respons penanggulangannya.
Bupati juga mengajak warga, apabila menemukan gejala Covid-2019, segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Berupaya menciptakan suasana yang kondusif supaya masyarakat tidak resah tetapi tetap meningkatkan an kewaspadaan dengan ber-PHBS di antaranya membiasakan cuci tangan pakai sabun, rajin berolahraga, makan makanan bergizi.
Kemudian menggunakan masker bila sedang batuk pilek, istirahat yang cukup, tidak mengonsumsi alkohol dan rokok, menghindari kontak orang yang suspect Covid-2019, dan menunda perjalanan ke daerah atau wilayah yang terinfeksi Covid-2019.
"Itulah beberapa hal yang perlu mendapat perhatian terhadap surat edaran bupati Bone dalam mengantisipasi virus corona," pungkas Bambang. (Saenal Abidin/Rakyatku.com)