Jumat, 06 Maret 2020 22:13
Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti berbincang dengan Nenek Nati.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Seorang perempuan berusia lanjut tinggal seorang diri di Dusun Talle, Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

 

Nenek Nati. Begitu orang memanggilnya. Tinggal di rumah panggung. Tiang rumahnya sudah rapuh. Dinding dari papan terpasang seadanya. Banyak celah yang terlihat.

Rambutnya sudah memutih. Tinggal seorang diri. Dia memang belum pernah menikah.

Pada Jumat (6/3/2020), senyum bahagia terpancar dari wajah Nenek Nati. Ia dikunjungi Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti.

 

Istri Bupati Bantaeng, Ilham Azikin datang dengan mengenakan pakaian perpaduan hitam dan merah muda. Plus jilbab warna krem. Dua hanya menggunakan sandal jepit. 

Sri Dewi Yanti ditemani beberapa anggota TP PKK Bantaeng. Juga ikut Tagana Dinas Sosial Bantaeng, kepala Bidang Trantip Satpol PP Bantaeng, dan kepala Desa Bonto Tappalang.

Sri datang membawa bantuan. Berupa peralatan dapur, peralatan mandi, serta beberapa bahan makanan.

Nenek Nati yang mengenakan kaus biru tampak berbincang akrab dengan perempuan yang hobi lari itu. Sesekali keduanya tersenyum.

"Kondisi rumah Nenek Nati sangat memprihatinkan tapi bukan berarti tidak mendapatkan perhatian. (Nenek Nati) pernah dibantu sama pak desa berupa seng buat atap rumahnya. Sejak dulu keluarganya sudah mengajak tinggal bersama, tapi Nenek Nati tidak mau meninggalkan rumahnya," ungkap ketua Dekranasda Bantaeng itu.

Sri berpesan agar bantuan yang diberikan dipergunakan sesuai kebutuhan. Keluarga Nenek Nati juga diminta menjaga kebersihan rumahnya.

"Alhamdullilah saya merasa terbantu atas bantuan ini. Saya sangat berterima kasih," ujar Nenek Nati.


 

TAG

BERITA TERKAIT