Jumat, 06 Maret 2020 21:13
Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - SB kedatangan dua tamu pada Rabu (4/3/2020) tengah malam. Satunya membawa rezeki. Yang kedua membawa petaka.

 

Perempuan berusia 37 tahun datang ke sebuah hotel di wilayah Condongcatur. Berada di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarata. Bertiga dengan dua temannya. Sama-sama perempuan.

Ketiganya pekerja seks komersial (PSK). Mereka promosi lewat media sosial. Memilih tiga kamar berbeda untuk menjamu tamu. Malam itu, semuanya dapat.

SB dapat dua tamu. Setelah tamu pertama pergi, datang tamu kedua. "Saya masuk dulu ya, ada tamu lagi," ujar SB pamit kepada kedua rekannya.

 

Rekaman CCTV hotel memperlihatkan tamu kedua tersebut. Begitu masuk hotel, dia langsung menuju kamar yang ditempati SB. Seperti sudah saling kenal.

Tidak berapa lama masuk kamar, tiba-tiba terdengar teriakan. Histeris. Dua rekannya buru-buru mendatangi kamar SB. Ternyata terkunci. Mereka menggedor-gedornya, namun tetap tak dibuka.

Mereka lalu memanggil sekuriti hotel. Meminta tolong untuk dibuka pintu kamar tersebut.

Belum tiba sekuriti, SB membukanya dengan susah payah. Begitu keluar kamar, dia langsung tumbang. Darah mengucur di sejumlah bagian tubuhnya.

Tidak ada orang lain dalam kamar. Namun, jendela tampak terbuka. Tamu pria tadi rupanya kabur lewat jendela. Turun dengan berpegangan pada mesin AC.

Karena panik, sandalnya ketinggalan. Sebuah belati yang diduga digunakan menusuk korban juga tertinggal dalam kamar.

"Jadi penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban di dalam kamar," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo, Jumat (6/3/2020). 

Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan, pihaknya akan memeriksa percakapan korban dengan pelaku di ponselnya. 

"Di handphone kan pasti ada percakapan sebelum datang, kita lagi dalami, mudah-mudahan bisa cepat dapat," ujarnya. 

TAG

BERITA TERKAIT