Kamis, 05 Maret 2020 18:25
Direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja, Dr Abdur Rajab mengumpulkan stafnya, Kamis (5/3/2020). Mulai dokter hingga satuan pengamanan (satpam).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja, Dr Abdur Rajab mengumpulkan stafnya, Kamis (5/3/2020). Mulai dokter hingga satuan pengamanan (satpam).

 

Abdur Rajab mengenakan kemeja batik biru motif lontara. Kartu tanda pengenal bertali hijau melingkar di leher. Hari ini, dia melakukan sosialisasi tentang Covid-19 atau lebih populer dengan virus corona.

RSUD berusaha mendeteksi penderita Covid-19. Sejak di puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit. Makanya, semua bagian harus tahu gejala awalnya. Agar bisa ditangani secara tepat.

"Utamanya satpam dan customer service wajib tahu penanganan ini. Screening awal ada di sekuriti dan CS karena menjadi kontak pertama pasien saat di RS," katanya. 

 

Hari ini, sosialisasi menghadirkan dr Hajah Ariani Said Culla sebagai pemateri. Dia mengurai empat poin utama yakni penularan melalui saluran napas seperti batuk dan bersin. Berikutnya, bisa menular melalui kontak personal, misalnya bersentuhan dan atau berjabat tangan.

"Penularan virus ini juga bisa terjadi saat menyentuh benda yang terdapat virus. Lalu setelah itu kita menyentuh hidung, mulut, mata. Padahal, kita belum mencuci tangan. Dan terkahir, kontaminasi feses," katanya.

Skrining yang dilakukan tenaga medis mulai di tingkat puskesmas dengan mengajukan pertanyaan ke pasien atau kerabat pasien. Di antaranya, apakah pasien batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

Petugas medis juga harus mengetahui apakah pasien pernah melakukan perjalanan ke Wuhan, China dalam 14 hari terakhir. Atau kah pasien pernah melakukan kontak dengan pasien lain yang terjangkit Covid-19.

Selain itu, pasien juga ditanya apakah pernah kontak dengan hewan, unggas, ular, dan mamalia lainnya.
 

TAG

BERITA TERKAIT