RAKYATKU.COM - Senin, 24 Februari 2020 menjadi hari yang tak mengenakkan bagi sejumlah calon mahasiswa baru (maba). Mereka berbaris sesuai warna kulit dan model rambut mereka.
Calon maba berkulit putih dikumpulkan. Barisannya terpisah dengan yang berkulit hitam.
Begitu pula dari segi model rambut. Mereka yang berambut lurus dan keren juga dikumpulkan dalam satu barisan. Terpisah dari yang berambut ikal atau keriting.
Itu terjadi di Universitas Kristen Oklahoma. Kasus ini terungkap setelah salah seorang kepala sekolah melakukan protes. Steven Stefanick, kepala sekolah itu.
"Pernyataan yang tidak pantas dan menyakitkan," tulis Steven Stefanick merujuk pada ucapan salah seorang panitia penerimaan mahasiswa baru.
"Baiklah semuanya, sekarang berbaris dari kulit yang paling gelap ke paling terang," ucap panitia itu seperti ditirukan Steven.
"Dia menyuruh kami untuk berbaris rambut paling jelek di belakang dan rambut lurus di depan," imbuh Rio Brown, salah seorang peserta.
Setelah diprotes, oknum panitia tersebut diberhentikan.