Selasa, 03 Maret 2020 13:09
Lee Man-hee (Foto: Reuters)
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Lee Man-hee langsung bangkit dari tempat duduknya, Senin (2/3/2020). Dia langsung berlutut. Dua kali. Sambil menundukkan kepala. Nyaris menyentuh lantai.

 

Aksi itu dilakukan di sela-sela konferensi pers. Berlutut menjadi simbol permintaan maaf, malu, dan penyesalan. 

"Kami sudah melakukan yang terbaik. Namun kami tidak mampu menghentikan penyebaran virus ini," ujar Lee yang mengaku sebagai Yesus itu. 

Konferensi pers digelar di fasilitas gereja di Gapyeong. Lee Man-hee juga disebut sebagai pemimpin sekte sesat Gereja Shincheonji. 

 

Lee mengaku mengenakan jubah Yesus dan berjanji membawa 144.000 pengikutnya ke surga. 

Pengikuti kelompok tersebut dilaporkan sempat mengadakan pertemuan di Wuhan, kota di China yang menjadi asal muasal penyebaran, akhir tahun lalu. 

Pasien 31, julukan bagi seorang anggota cabang gereja itu, ditengarai merupakan gelombang pertama penyebaran yang melanda Korsel dalam beberapa pekan terakhir. 

Dikutip dari Sky News, pria berusia 88 tahun itu diserbu pedemo saat menggelar konferensi pers. Warga berteriak-teriak. Ketegangan sempat terjadi di luar tempat yang bernama Istana Kedamaian itu. 

TAG

BERITA TERKAIT