Senin, 02 Maret 2020 09:55
Penyerahan hadiah lomba domino oleh pengurus Pordi Sulsel.
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Pengurus Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Provinsi Sulsel patut berbangga. Olahraga otak yang baru-baru ini terbentuk langsung menjadi pembicaraan. Tidak hanya di Sulsel, tapi sejumlah daerah di Indonesia.

 

Bagaimana tidak, kepengurusan yang dibina sejumlah guru besar ini sangat intens memaksimalkan olahraga murah biaya ini. Bisa dibayangkan, terbentuk Oktober, pengurus Pordi Sulsel sudah beberapa kali melakukan event. 

Teranyar di Terminal Kopi, Toddopuli, kompleks Pasar Hobi. Di tempat ini, ratusan pecinta domino hadir beradu otak. Digelar selama dua hari; Sabtu (29/2/2020) dan berakhir Minggu (1/3/2020). 

Tidak hanya asal Makassar. Pesertanya juga berasal dari daerah lain, antara lain; Wajo, Bone, dan Gowa. Tampil sebagai juara 1 adalah H Hamdan dan Irzal Nur. Juara 2, Hasanuddin dan Makkulau. Sedangkan juara 3 adalah Ancu dan Billy. 

 

Ketua Pordi Sulsel, Andi Baso Ryadi Mappasulle mengucap syukur. Bukan tanpa alasan. Pak Andi Baso, --demikian ia akrab disapa--mengaku, Pordi Sulsel saat ini telah tebentuk di sejumlah kabupaten. Lengkap dengan gardu-gardunya, istilah klub domino. 

"Kita juga bersyukur karena sejumlah guru besar yang hobi main domi ikut gabung.  Para guru besar itu, banyak membantu," katanya. 

Bagi Andi Baso, menjadi pengurus Pordi Sulsel punya seni tersendiri. Terlebih lagi, olahraga ini, banyak disukai masyarakat. 
"Kita juga ingin menghilangkan stigma judi di dalamnya. Selain, silaturahmi, tentu," tambahnya.

Andi Baso berharap, cabang olahraga domino dimasukkan dalam pekan olahraga daerah (Porda) Sulsel. Tentu, dengan aturan yang jelas dan tegas. 

"Kita sudah buatkan aturan-aturan. Terus kita sempurnakan. Termasuk, kita bentuk di semua kecamatan," tambahnya. 

Sementara itu, owner Terminal Kopi, Haji Agus mengaku bersyukur dengan terbentuknya Pordi Sulsel. Haji Agus bahkan berharap, Pordi bisa menjadi olahraga yang besar di masa mendatang. 

"Saya pikir banyak orang yang suka. Apalagi, murah. Tinggal, dimaksimalkan sehingga terbentuk sampai gardu-gardunya," harapnya. (*)

TAG

BERITA TERKAIT