RAKYATKU.COM - Bocah itu menyuarakan keprihatinan lewat sebuah puisi. Ada fenomena petani bunuh diri karena kegagalan hasil pertanian.
Bocah itu berusaha menghentikannya. Walau hanya lewat puisi yang menggugah perasaan. Puisi itu dibacakan di sekolahnya.
Prashant Batule, bocah itu, membacakan sebuah dalam rangka Hari Bahasa Marathi. Dalam puisinya, dia meminta petani untuk tidak bunuh diri.
Tak disangka, justru ayah bocah itu yang jadi korban. Petani berusia 35 tahun itu tewas usai mengonsumsi racun di Pathardi tehsil milik Ahmednagar, Kamis malam (27/2/2020).
Korban bernama Malhari Batule. Penduduk Bharajwadi itu diketahui memiliki banyak utang. Cicilan truknya juga tertunggak akibat ekonomi lesu.
"Dia telah mengambil uang untuk pernikahan saudara perempuannya. Pada Kamis malam dia mengonsumsi racun dan meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit terdekat," kata polisi.