Selasa, 18 Februari 2020 10:19
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersalaman pimpinan Komisi IV DPR RI, Senin (17/2/2020).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Program Kementerian Pertanian dapat dukungan penuh Komisi IV DPR RI. Selain anggaran diberikan sesuai permintaan, para legislator juga memberi apresiasi.

 

"Keputusan ini sudah resmi dan disepakati bersama," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G Budisatrio Djiwandono sambil mengetuk palu, Senin (17/2/2020).

Komisi IV menyetujui perubahan anggaran lingkup eselon I di Kementerian Pertanian tahun 2020. Ditjen Tanaman Pangan mendapat alokasi anggaran paling besar, Rp5,6 triliun. 

Disusul Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian yang mendapat Rp3,4 triliun. Lalu, Sekretariat Jenderal Kementan mendapat Rp1,88 triliun. 

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian mendapat Rp1,82 triliun. Terakhir, Badan Ketahan Pangan Rp763 miliar.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Akan dimanfaatkan memaksimalkan kemajuan pertanian Indonesia.

"Saya kira ini sudah sesuai dengan yang kita minta. Jadi tinggal kami gunakan sebaik mungkin untuk kemajuan pertanian Indonesia," katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Muslim berharap, Kementerian Pertanian mampu menjalankan semua program yang ada. Agar target kedaulatan pangan mampu dicapai secara cepat.

Muslim menilai, Mentan Syahrul memiliki semangat dan mental yang kuat untuk mempercepat pembangunan pertanian nasional.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Menteri. Terutama soal program pertanian seperti AWR dan Kostratani. Terus terang saya sangat tertarik dengan program-program tersebut," katanya.

Anggora Komisi IV lainnya, Suhardi Duka mendukung program dan terobosan yang ada di Kementerian Pertanian. Namun, kata dia, sebaiknya program itu melibatkan banyak pihak. Termasuk para petani, kepala daerah, dan Komisi IV DPR RI.

"Memang kita harus saling bekerja sama dalam mencari solusi. Mudah-mudahn dengan program yang ada, kita bisa meningkatkan kemajuan pertanian di masa yang akan datang," katanya.

Senada Suhardi Duka, anggota Komisi IV lainnya, TA Khalid mendukung kelembagaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan pusat data Agriculture War Room (AWR). Dia menilai, kedua terobosan ini mampu membuka ruang baru dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

"Saya sangat bangga dengan program tersebut karena pada dasarnya nilai perekonomian kita ada di sektor pertanian. Saya kira dengan program satu desa satu penyuluh kemajuan pertanian kita harus bisa terwujud," tutupnya.

TAG

BERITA TERKAIT