RAKYATKU.COM - Taiwan mengkonfirmasi kematian pertama dari virus corona. Seorang pria berusia 60-an tahun.
Almarhum adalah seorang sopir taksi. Hal itu diungkap Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, Minggu malam (16/2/2020).
Dia membawa tiga penumpang kembali ke Taiwan dari China, Hong Kong, dan Makau. Tidak lama setelah itu dia mengunjungi dokter mengeluh gangguan pernapasan.
CDC melacak tiga orang dan semua kontak dekat pria yang meninggal.
Sementara Malaysia mengatakan tidak akan mengizinkan lagi penumpang dari kapal mewah Westerdam untuk memasuki negara itu dari Kamboja. Seorang wanita Amerika yang dibebaskan dari kapal didiagnosis di Kuala Lumpur.
China mengatakan pada hari Minggu jumlah kasus secara nasional telah mencapai 68.500. Jumlah kematian meningkat menjadi 1.665.
Provinsi Hubei, pusat wabah, melaporkan lebih sedikit infeksi baru untuk hari kedua berturut-turut dan 139 kematian. Ada 1.843 kasus baru, turun dari 2.420 sehari sebelumnya.
Kekhawatiran terus tumbuh tentang penyebaran virus corona dengan perhatian yang semakin terfokus pada kapal pesiar yang terinfeksi.
Jepang mengatakan pihaknya menemukan 70 kasus tambahan di atas kapal Puteri Intan di pelabuhan Yokohama. Jumlah total yang terinfeksi di kapal menjadi 355.