RAKYATKU.COM - Ditarget Rp13 juta per hari membuat direksi baru PD Terminal Makassar Metro berpikir keras. Memutar otak untuk meningkatkan pemasukan.
Saat ini, pendapatan dari dua terminal hanya Rp8 juta hingga Rp9 juta per hari. Menurut Direktur Utama PD Terminal, Arsony, pemasukan itu hanya cukup untuk menggaji staf.
Dalam rapat Komisi B DPRD Makassar, Arsony mengungkap rencananya. Setidaknya ada yang disiapkan untuk mendongkrak pemasukan.
PD Terminal berencana membuat banyak kios di terminal. Kios selanjutnya akan disewakan.
Mereka juga berharap mendapat tambahan pemasukan dari lahan yang masih kosong. Di Terminal Regional Daya, misalnya, ada lahan 13 hektare yang belum termanfaatkan.
"Kami akan sewakan menjadi parkir untuk kendaraan yang ke KIMA. Karena kalau mereka parkir di badan jalan, juga ditegur," tambah Arsony dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi B, William.
Anggota Komisi B asal Fraksi PAN, Hasanuddin Leo mengingatkan direksi PD Terminal agar memperhatikan pelayanan. Rendahnya pemasukan bisa jadi ikut dipicu buruknya pelayanan.
"Perlu pencermatan. Semoga bisa dilakukan perbaikan yang membuat pengguna jasa bisa menerima layanan dengan baik di terminal," kata Leo.
Dia juga meminta direksi agar menghilangkan keragu-raguan dalam bekerja. Saat ini ada wacana terminal akan diambil alih provinsi atau kementerian. Direksi, lanjut Leo, tidak perlu terganggung dengan wacana itu.
Hal sama disampaikan Asisten II Setda Kota Makassar, Sittiara Kinang. Menurutnya, direksi tidak boleh pesimistis agar terminal bisa dibenahi menjadi lebih baik.
"Saya orang yang punya prinsip harus yakin kalau mengerjakan sesuatu. Kalau kita tidak yakin, bagaimana mau berhasil. Tentu saja keyaninan harus sertai dengan kerja keras," kata Sittiara memberi semangat.
Kalaupun nantinya terminal diambil alih kementerian atau pemerintah provinsi, katanya, bisa jadi direksinya tetap dipertahankan.
"Kan sama saja. Biar di pemerintah kota, provinsi, atau kementerian, milik kita semua juga dan untuk kepentingan masyarakat kita juga," tambah Sittiara.
Sebelumnya, dalam rapat itu, Arsony mengungkap kondisi terkini Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri. Keduanya rusak parah. Butuh pembenahan.