Selasa, 11 Februari 2020 16:58
Ratusan polisi memadati kantor Pengadilan Kriminal Bronx, Senin (10/2/2020).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Robert Williams bikin gregetan polisi di New York. Tindakannya yang melukai dua polisi tak bersalah memicu kemarahan rekan-rekannya.

 

Itu terlihat dalam sidang di Pengadilan Kriminal Bronx. Ratusan petugas kepolisian Kota New York memadati lorong-lorong pengadilan.

"Berhati-hatilah... Anda dalam bahaya," ujar Presiden Asosiasi Kebajikan Polisi, Patrick Lynch pada konferensi pers, Senin (10/2/2020). 

"Kamu harus hati-hati, tetapi yang lebih penting, kita harus saling mendukung," lanjutnya.

 

Sebelumnya, Robert Williams menembak dua polisi berseragam yang sedang duduk di sebuah mobil patroli pada Sabtu malam (8/2/2020).

Seorang polisi di antaranya terluka setelah peluru menyerempet dagu dan lehernya. Dia nyaris kehilangan arteri karotisnya. Saat itu, tidak ada petugas yang membalas tembakan.

Sekitar 12 jam kemudian, Williams kemudian menembaki kantor polisi di 41st Precinct di Bronx pada hari Minggu pagi (9/2/2020).

Selama mengamuk, ia menembak seorang letnan polisi di lengan kiri atas, yang membalas tembakan tetapi gagal. Penembak menembak semua putaran pistol 9 mm sebelum berbaring di tanah dan menyerah kepada petugas.

Kedua petugas yang terluka dalam insiden kembar itu sudah dibolehkan keluar dari rumah sakit pada hari Minggu. Mereka disambut tepuk tangan dan sorak-sorai dari puluhan rekan mereka yang menunggu di luar rumah sakit.

Wali Kota Bill de Blasio turut bereaksi. Dia mengutuk tindakan itu dan menyebutnya sebagai upaya untuk membunuh petugas polisi.

Beberapa waktu lalu, de Blasio mendapat kritik keras dari petugas polisi. Mereka menuduh wali kota berkontribusi terhadap retorika anti-polisi di kota itu. 

Williams, seorang warga Bronx yang berusia 45 tahun. Dia memiliki catatan kriminal dan sejarah kekerasan sebelumnya dengan polisi. 

Dia dibebaskan pada tahun 2017 setelah percobaan pembunuhan pada tahun 2002. Saat itu, dia menembak seorang pria dan kemudian membajak seorang wanita ketika dia bertukar tembakan dengan petugas polisi Kota New York.

"Sejak pembebasan bersyaratnya lebih dari dua tahun lalu, ia memiliki satu catatan penangkapan yang sudah dijadwalkan di pengadilan," kata Komisaris Polisi Dermot Shea.

TAG

BERITA TERKAIT