Minggu, 09 Februari 2020 17:44
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Sudah tujuh bulan dalam pencarian, helikopter MI-17 belum juga ditemukan. Heli milik TNI itu hilang sejak 28 Juni 2019.

 

Helikopter itu diperkirakan hilang di kawasan Kampung Mimin, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Persoalannya, medannya sangat sulit untuk dilakukan pencarian.

Tim SAR kembali melakukan pencarian setelah beredar foto bangkai helikopter di media sosial. Diduga bangkai MI-17 itu. Namun, tidak ada informasi yang jelas tentang titik pastinya.

Meski demikian, TNI merespons dengan mengirimkan tim ke Distrik Oksop, Pegunungan Bintang. Namun, upaya itu terkendala cuaca. Pencarian pun dihentikan sementara.
 
"Helikopter yang membawa lima anggota TNI itu tidak bisa mendekati kawasan kampung Mimin dari udara," kata Dandim 1715 Yahukimo, Letkol Inf Eko Budi Minggu (9/2/2020) seperti dikutip dari Antara. 

 

Helikopter pencari itu sempat terbang dari Bandara Oksibil menuju Kampung Mimin sekitar 12 menit. Tapi, helikopter terpaksa kembali ke bandara karena faktor cuaca. 

Kampung Mimin memang tidak pernah dilintasi tim SAR saat melakukan pencarian helikopter yang hilang kontak pertengahan tahun lalu itu. 

Helikopter angkut milik TNI itu hilang kontak saat membawa 12 anggota TNI. 

Budi mengatakan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang masih menganggap Kampung Mimin sebagai kampung keramat.  

Masyarakat percaya, siapa saja yang memasuki perkampungan itu tak akan bisa kembali. 

Hal itu membuat TNI melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dalam pencarian helikopter dengan nomor registrasi HA 5138 itu. 

Budi menegaskan pencarian akan kembali dilakukan jika cuaca mulai membaik. 

"Mudah-mudahan cuaca Senin (10/2/2020) kembali bersahabat sehingga pencarian bisa kembali dilakukan," ujar Budi. 
 

TAG

BERITA TERKAIT