Sabtu, 08 Februari 2020 22:23
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Namanya saja prakiraan, tidak selalu tepat. Hujan lebat diperkirakan turun di Sulsel pada 8-9 Februari. Ternyata terjadi dua hari sebelumnya.

 

Khusus untuk Kota Makassar, nyaris tanpa hujan hari ini, Sabtu (8/2/2020). Hanya gerimis di beberapa tempat.

Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar selalu waspada. Apalagi, hasil pantauan menyebutkan ada potensi hujan lebat pada Kamis (13/2/2020).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, hujan lebat itu dipicu fenomena gelombang atmosfer. Ada juga gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby (KER), fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), serta angin monsun Asia.

 

"Semua berkontribusi signifikan dalam proses pembentukan awan hujan di Indonesia," kata Dwikorita saat konferensi pers di gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020).

Curah hujan di Indonesia juga dipengaruhi siklon tropis Damien yang bergerak menjauhi Indonesia. Meski bergerak menjauh, Dwikorita menyebut, ini berdampak pada percepatan angin dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Saat ini terpantau siklon tropis Damien bergerak ke selatan menjauhi Indonesia. Namun, berpengaruh pada peningkatan percepatan angin dan gelombang tinggi di wilayah Samudera Hindia Selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara.

Hujan lebat pada 13 Februari itu berpotensi terjadi di sebagian besar pulau Indonesia. Mulai Aceh sampai Papua. Dari Miangas sampai Pulau Rote.

Wilayah yang terdampak hujan lebat yakni Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan.

Lalu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua. 

TAG

BERITA TERKAIT