RAKYATKU.COM - Kementerian Agama terus jadi perbincangan. Setelah menterinya berlatar belakang militer, kini penjabat Dirjen Bimas Katolik yang dipertanyakan.
Menteri Agama Fachrul Razi mengangkat HM Nur Cholis Setiawan sebagai pelaksana tugas. Dia seorang pejabat yang berasal dari kalangan Muslim.
Warganet pun ribut. "Tidak ada kah pejabat Katolik di Kemenag? Tidak bisa kah dijabat dari agama yang sama?" begitu salah satu pertanyaan warganet.
Setelah ribut, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi akhirnya memberikan penjelasan.
Menurutnya, Nur Cholis Setiawan hanya pejabat sementara. Pejabat sebelumnya, Eusabius Binsasi sudah memasuki masa pensiun. Sambil menunggu pejabat definitif, jabatan itu dirangkap sekretaris jenderal Kemenag itu.
Tak banyak yang tahu bahwa sebelum dijabat Nur Cholis, Menag juga telah menunjuk Dirjen Bimas Islam, Prof Muhammadiyah Amin untuk memangku jabatan itu untuk sementara.
Wamenag memastikan, pelaksana tugas itu tidak terlalu banyak berpengaruh. Mereka hanya menjalankan fungsi administratif.
Seorang pelaksana tugas tidak boleh mengambil kebijakan-kebijakan yang bersifat strategis.
Lalu, mengapa pelaksana tugas dijabat oleh pejabat Muslim? Wamenag mengatakan, ada ketentuan yang menyebut bahwa pejabat pelaksana tugas harus dari tingkat eselon yang sama.
Nah, kebetulan tidak ada pejabat eselon yang sama yang berasal dari Katolik. Namun, nanti pejabat definitifnya tetap berasal dari kalangan Katolik.