Jumat, 07 Februari 2020 18:27
Adegan Silihin dan Parmita usai akad nikah, Senin (3/2/2020).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Kamis (6/2/2020) mestinya menjadi hari bahagia bagi pasangan Solihin (21) dan Parmita (20). Jauh-jauh hari, jadwal resepsi pernikahan itu dibuat.

 

Undangan telah disebar. Baik untuk warga Desa Kota Tuan Penagih Ranai, Kabupaten Natuna maupun yang di luar kampung.

Tiba-tiba acara penting itu harus ditunda. Solihin dan Parmita sebenarnya sudah sah sebagai pasangan suami istri. Akad nikah sudah dilangsungkan Senin (3/2/2020).

Namun, tidak lengkap rasanya tanpa resepsi. Resepsi yang rencananya digelar Kamis (6/2/2020) ditunda karena kediaman mereka dekat dengan lokasi karantina WNI dari Wuhan. 

 

"Ya mau gimana lagi. Lokasi karantina terbilang dekat dengan Penagih. Mau tidak mau acara resepsi diundur," kata Solihin. 

Alasannya, warga khawatir terpapar virus corona. Untuk ke lokasi resepsi, warga harus melewati lokasi karantina. Jika dipaksakan digelar Kamis, dia yakin banyak warga yang tidak datang.

"Yang jelas resepsinya menunggu masa karantina selesai lah. Paling tidak di atas 16 Februari 2020," ucapnya. 

Ayah Solihin, Lilis Sudiro mengatakan pernikahan anaknya sudah dipersiapkan sejak Januari. Itu yang membuat dia kecewa.
 
Konsekuensinya beberapa bahan makanan yang telanjur dibeli terpaksa dikembalikan ke toko. Misalnya telur. Sementara sayur mayur yang sudah disiapkan, terpaksa dibiarkan begitu saja karena tak bisa dikembalikan.

TAG

BERITA TERKAIT