RAKYATKU.COM - Minggu malam sekitar pukul 23.30. Di gerbang nomor 7 Universitas Jamia, dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekat.
Pria yang dibonceng tiba-tiba berdiri. Dia mengarahkan pistol ke arah kerumunan mahasiswa. "Dorr!!" Senjatanya memuntahkan peluru.
Usai menembak, mereka kemudian melarikan diri ke arah Rumah Sakit Keluarga Kudus.
Insiden penembakan itu dilaporkan di dekat gerbang nomor lima di universitas tersebut. Orang-orang termasuk beberapa mahasiswa dari universitas berkumpul di luar kantor polisi Jamia Nagar.
Polisi Delhi telah mendaftarkan insiden penembakan tersebut.
ACP Jagdish Yadav mengatakan, tim akan melakukan olah TKP. Termasuk mengumpulkan rekaman CCTV dari gerbang nomor lima dan tujuh.
"Tindakan akan diambil," kata ACP.
Menurut Komite Koordinasi Jamia, kedua orang tak dikenal itu melepaskan tembakan. Salah satunya mengenakan jaket berwarna merah dan mengendarai skuter merah.
Orang-orang termasuk beberapa mahasiswa Universitas Jamia Millia Islamia berkumpul di luar kantor polisi Jamia Nagar setelah penembakan.
Orang-orang juga berkumpul dalam protes di luar universitas setelah penembakan oleh dua orang yang tidak diketahui identitas skuternya. Para pemrotes meneriakkan slogan-slogan menentang Polisi Delhi.
Station House Officer (SHO) hadir di tempat. Investigasi sedang berlangsung.
Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden itu. Ini adalah insiden penembakan ketiga di ibu kota nasional dalam beberapa hari terakhir.
Pada 30 Januari, seorang remaja mengacungkan pistol buatan negara dan menembaki dan melukai seorang siswa Jamia, Shadab Farooq. Korban merupakan bagian dari kelompok yang memprotes Citizenship Amendment Act (CAA).
Remaja telah dikirim ke tahanan perlindungan 14 hari oleh Dewan Keadilan Remaja.
Pada 1 Februari, seorang pria, yang diidentifikasi sebagai Kapil Gujjar, menembakkan senapan angin ke sebuah tempat protes anti-CAA di Shaheen Bagh. Senjata Gujjar telah disita dan dikirim oleh polisi selama dua hari oleh pengadilan Delhi.
Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden itu.