Selasa, 28 Januari 2020 17:07
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,PANGKEP - Aksi mogok kerja digelar karyawan PT Prima Karya Manunggal (PKM), Selasa (28/1/2020). PKM salah satu anak perusahaan Semen Tonasa yang bergerak di bidang angkutan proyek.

 

Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap kepemimpinan Didit Ade Prasetyo sebagai direktur utama.

Didit Ade Prasetyo dinilai gagal memimpin karyawan karena sifatnya yang otoriter. Memotong gaji pekerja 20 persen serta tidak membayar utang perusahaan Rp6,5 miliar kepada PT Amka, salah satu rekanan PT PKM selama dua tahun.

Arfan Tualle, salah satu kordinator aksi mengatakan, kebijakan yang diterapkan dirut sama sekali tidak memihak kepada karyawan.

 

"Ada pemotongan gaji 20 persen bagi karyawan yang mendapat SP1. Padahal, ini tidak ada sama sekali di aturan perusahaan," tambah Arfan.

Saat didemo, Didit langsung menggelar pertemuan dengan jajaran direksi. Rapat itu dikawal ketat pihak kepolisian.

Di hadapan jajaran direksi, Didit mengaku dekat dengan sejumlah petinggi Polri dan TNI. Termasuk kepala Polres Pangkep dan Dandim 1421 Pangkep.

Rapat ini sendiri tak melibatkan perwakilan karyawan. (Tajuddin Mustaming/Rakyatku.com)

TAG

BERITA TERKAIT