Sabtu, 25 Januari 2020 18:18
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sabtu (25/1/2020).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Di antara mesin tani modern, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berjalan sambil tersenyum. Sabtu (25/1/2020), dia disambut riang petani dan peternak di Makassar.

 

Bertempat di Wisma Negara CPI, Menteri Pertanian itu pulang kampung. Membawa angin segar. Acaranya, sosialisasi pemanfaatan dana KUR dan implementasi kostratani.

Tak sekadar ceramah. SYL menyerahkan bantuan pertanian untuk Provinsi Sulsel. Totalnya mencapai Rp150 miliar dalam berbagai bentuk.

Di antaranya 50 unit traktor roda empat. Ada juga 100 unit traktor roda dua. Lalu, 100 unit pompa air, 30 unit combine harvester.

 

Selebihnya dalam bentuk benih, seperti 3,3 ribu ton benih padi, 2,7 ribu ton benih jagung hibrida, 180 ton benih kacang tanah, 338 benih kedelai, 25 ton benih kacang hijau.

Ada juga pembagian kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian kepada lima perwakilan kelompok tani.

SYL berharap, KUR dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan. Agar pertanian maju, mandiri, dan modern cepat terwujud. 

"Peran itu nanti digerakkan oleh BPP sebagai pusat pelaksanaan Kostratani. Dilakukan dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian," kata Syahrul.

Kostratani, menurut Mentan Syahrul, didesain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal. Terutama yang bisa mengangkat pendapatan dan kesejahteraan petani.

"Merica yang sering kita temukan di meja restoran-restoran, dengan intervensi teknologi dan pendampingan penyuluh, ke depan hal seperti ini sudah bisa diproduksi di level Kostratani. Cita-cita bersama kita, satu Kostratani memiliki satu pabrik," ungkap Syahrul.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy mengungkap fakta mencengangkan. Serapan KUR pertanian nasional sampai 24 Januari 2020 sudah mencapai Rp600 miliar.

"Total nilai KUR pertanian adalah Rp50 triliun. Pembiayaan ini diperuntukkan untuk membantu budi daya perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan pertenakan. Dengan bunga rendah, 6 persen," kata  Sarwo.

TAG

BERITA TERKAIT