RAKYATKU.COM - Perempuan asal India bernama Sumeet Kaur (42) membuat laporan ke polisi, dia dan ibunya, Sukhbinder Kaur, telah menjadi korban penembakan.
Penembakan dilakukan keponakannya karena sengketa tanah di Muktsar, Punjab, India.
Sumeet menjadi sorotan karena mengendarai kendaraan sejauh tujuh kilometer untuk sampai di kantor polisi Punjab.
Dia berkendara dengan tiga luka tembak di bagian kepalanya dan satu luka di wajahnya.
Sengketa perebutan tanah ini terjadi antara Sumeet, Sukhbinder melawan satu keponakan dan satu orang saudara laki-laki mereka.
Sumeet mengatakan keponakannya yang masih remaja menembaknya dan ibunya karena perselisihan tanah yang membuatnya marah.
Keduanya selamat meskipun terluka akibat tembakan yang mengenai beberapa bagian wajah dan kepala.
Insiden penembakan terjadi di rumah mereka di sebuah desa di distrik Muktsar. Adapun terdakwa yang menembaknya merupakan siswa kelas 10.
Ketika sampai di kantor polisi, kedua wanita itu dirawat di rumah sakit, beruntung para dokter berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh mereka.
“Setelah ayah saya meninggal, ibu dan saya mendapat 16 hektar tanah. Namun kakak saya ingin merebut seluruh tanah itu,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa saudara laki-lakinya dan putranya juga pernah mencoba membunuhnya.
Sumber: ndtv.com