Jumat, 17 Januari 2020 14:44
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM, GOWA - Ada-ada saja tingkah laku para remaja kini. Ingin tampil eksis, tapi justru mendapat teguran dari polisi.

 

Bermodal sehelai kain putih, dan tali rapiah warna hijau, seorang remaja 17 tahun rela melompat-lompat layaknya pocong. Remaja itu bernama MS, warga jalan Mustafa Daeng Bunga, Kabupaten Gowa menjadi viral.

Niat MS sebenarnya hanya untuk menghibur para pengguna jalan, dengan menyamar sebagai hantu pocong. Namun jusrtu aksinya itu dilaporkan ke polisi.

Nahas, MS kini ditahan di Mapolres Gowa akibat ulahnya itu. MS kerap melakukan aksinya itu di sekitar Bundaran Samata, pada dini hari.

 

"Sempat membuat warga yang melintas pada ketakutan," ujar Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Jumat (17/1/2020).

Dari pengakuan pocong 'abal-abal' itu, aksinya itu merupakan ide dari beberapa rekan-rekannya, untuk membuat video prank (jebakan) yang sedang tren saat ini.

Polisi pun akhirnya memperingati pocong itu, untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Sebelumnua, seorang suporter PSM Makassar berkostum pocong di Gowa yang bergerak menuju ke Kota Makassar. Dia berteriak sambil berdiri di atas motornya, Selasa (6/8/2019), untuk menonton tim sepak bola kesayangannya itu.

Saat tiba di jalan Sultan Hasanuddin atau tepatnya di perbatasan Gowa - Makassar, seketika dirinya bersama dengan temannya pucat, saat mengetahui ada petugas kepolisian dari Polres Gowa, yang sedang mengatur lalu lintas di jalan tersebut dengan memantau suporter dari Gowa menuju stadion tersebut.

Saat akan diberhentikan, tangan pocong itupun keluar dan langsung meminta maaf melalui isyarat tangannya kepada petugas, atas aksi berbahayanya tersebut. 

Namun, saat ditahan, pocong tersebut mengaku dipukul di bagian pahanya oleh salah satu petugas saat diberhentikan.

"Kalau mauki tahanki, tahan maki. Tapi nda pake memukul ji," kata pria berkostum pocong itu kepada Rakyatku.com.

Terpisah, polisi yang menahan pengendara tersebut mengatakan tidak memukulnya.

"Tidak dipukul, hanya diingatkan secara tegas karena rekannya yang membawa motor memang ingin kabur," kata polisi yang enggan disebut identitasnya.

Akhirnya, ia bersama dengan seluruh temannya pun ikut ditilang. Aksi nekatnya itu ia rela lakukan demi mendukung tim sepak bola andalannnya, tanpa memperdulikan keselamatannya selama di perjalanan menuju tempat bertanding tim sepak bola Ayam Jantan dari Timur tersebut.

Motor miliknya dan temannya yang lain, juga ikut ditahan dan dibawa ke Mapolres Gowa, guna dimintai keterangan dan dokumen lengkap.

TAG

BERITA TERKAIT