Selasa, 31 Desember 2019 07:01
Huang pada saat dibekuk.
Editor : Mays

RAKYATKU.COM, TIONGKOK - Siang itu, Huang Yichuan berjalan dengan langkah cepat. Di tangannya, tergenggam pisau daging.

 

Pria yang didiagnosis menderita skizofrenia itu, menebas tiga murid dan satu orangtua di dekat sebuah sekolah dasar di Shanghai. Dia memilih para korban secara acak. Demikian terungkap di pengadilan tinggi kota itu.

Anak lain dan orang tuanya, terluka. Serangan berdarah itu terjadi pada Juni tahun lalu. 

Hari ini, di Pengadilan Tinggi Rakyat Shanghai, Huang akan dijatui hukuman mati.

 

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui akun media sosial resminya, pengadilan mengatakan, Huang, yang berusia 29 tahun pada waktu itu, berulang kali menebas ketiga anak itu dan menyerang satu orangtua di 'organ kritis' mereka.

Dia ditangkap oleh polisi di tempat kejadian dengan bantuan orang yang lewat. 

Pengadilan mengatakan dalam persidangan kedua kasus tersebut, bahwa walaupun Huang dipastikan menderita skizofrenia oleh pihak berwenang dan mengakui kesalahannya secara sukarela, motifnya 'sangat tercela', metodenya 'sangat kejam' dan kasusnya telah membawa 'dampak luar biasa serius 'di masyarakat.

Pengadilan menganggap, penyakit Huang tidak memengaruhi rasa penilaiannya atau kemampuannya untuk mengendalikan perilakunya, pada saat kejahatannya.

Pengadilan memutuskan, mendukung keputusan sebelumnya oleh Pengadilan Menengah Shanghai dan menjatuhkan hukuman mati kepada Huang.

TAG

BERITA TERKAIT