Minggu, 22 Desember 2019 23:46
Editor : Ibnu Kasir Amahoru

RAKYATKUCOM - Merokok bagi sebagian orang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sekaligus menghilangkan stres ternyata tidak benar. 

 

Dalam realitanya, merokok sebelum tidur justru bisa menyebabkan dampak buruk. Dilansir laman Doktersehat, berikut adalah dampak-dampak buruk tersebut.

1. Bisa Mengacaukan Ritme Sirkadian Tubuh

Kandungan nikotin yang ada di dalam rokok bisa memberikan efek layaknya kafein yang ada di dalam kopi, yakni membuat tubuh justru menjadi lebih waspada. Bukannya membuat rileks dan mengantuk, hal ini justru akan membuat kita terus terjaga. Jika hal ini sering dilakukan, bisa saja akan merusak ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

 

Sebagai informasi, ritme sirkadian tak hanya mengendalikan waktu tidur dan bangun, namun juga berbagai hal lain seperti kesehatan mental, kondisi pencernaan, laju metabolisme, dan lain-lain. Jika sampai hal ini mengalami kekacauan, siklus tidur akan terganggu dan berimbas pada kekacauan hormon dan berbagai fungsi tubuh lainnya.

Hal ini berarti, bukannya akan membuat kita lebih mudah tidur, merokok di larut malam justru akan membuat kita semakin susah untuk terlelap.

2. Bisa Meningkatkan Risiko Insomnia

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, dihasilkan fakta bahwa mereka yang sering merokok di waktu sebelum tidur malam cenderung memiliki risiko terkena insomnia yang tinggi. Hal ini tentu akan membuat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup setiap malam.

3. Membuat Tubuh Terasa Lelah dan Tidak Fit Saat Bangun Tidur

Tak hanya membuat kita susah tidur, dalam realitanya merokok sebelum tidur akan membuat kualitas tidur menurun drastis. Kita cenderung mudah terbangun di malam hari dan akhirnya berimbas pada tubuh yang kurang bugar dan terasa lelah saat bangun di keesokan paginya.

Fakta ini terungkap dari penelitian yang dilakukan para ahli dari John Hopkins University pada 2008 silam. Dalam penelitian yang dilakukan demi mengungkap kebiasaan tidur para perokok dan bukan perokok ini, disebutkan bahwa 22,5 persen partisipan yang merokok cenderung tidur dengan gelisah dan sering terbangun. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, yakni hanya 5 persen yang sering terbangun.

4. Bisa Menyebabkan Sleep Apnea

Kandungan beracun di dalam asap rokok bisa mengiritasi jaringan di dalam hidung serta tenggorokan. Hal ini akhirnya bisa menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur atau dalam dunia medis disebut sebagai sleep apnea.

Tak hanya bisa membuat gejala seperti mendengkur, masalah kesehatan ini juga bisa membuat napas berhenti selama beberapa saat. Hal ini bisa merusak kualitas tidur dengan signifikan.

 

TAG

BERITA TERKAIT