Jumat, 20 Desember 2019 18:04
Editor : Ibnu Kasir Amahoru

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Menjadi bidan di Desa Baring, Kampung Uluwereng, Kecamatan Segeri, Pangkep, butuh pengorbanan ekstra. Seperti yang dilakukan Andi Agustia.

 

Wanita berusia 34 tahun itu rela mengorbankan banyak waktunya untuk menelusuri Desa Baring, meski harus berjalan kaki.

Jarak Desa Baring dari Kota Pangkep, sekitar 30 kilometer. Belum lagi, minimnya fasilitas jalan di kampung tersebut.

Andi Agustia mengatakan, keputusannya untuk mengabdi di wilayah ini, karena ingin memberikan pelayanan kepada warga yang ada di wilayah terpencil. Tak heran, sudah 3 tahun dirinya mengabdi.

 

"Kadang harus berjalan kaki, melewati sungai maupun menyeberang sungai, karena susah di tempuh dengan kendaraan roda dua. Kadang juga harus mengajak anak yang masih kecil karena tak ada yang jaga," kata Istri Brigadir Edwin B, yang bertugas di Polsek Segeri.

"Harus lebih bersabar, karena warga harus lebih bisa dipahami apa yang mereka inginkan, sehingga menjadi tantangan tersendiri. Apalagi saat musim hujan, medan akan lebih sulit di lalui," sambungnya.

Meski hanya berstatus tenaga harian lepas, tapi dirinya merupakan salah satu Bhayangkari kebanggaan Polsek Segeri.

Selain menjadi ibu dengan 2 anak, Andi Agustia juga diberikan kepercayaan sebagai pengelola posyandu, dan juga melayani masyarakat lanjut usia di Kampung Uluwerang. (Tajuddin Mustaming)

TAG

BERITA TERKAIT