RAKYATKU.COM - Di sebuah sekolah Katolik terpencil di Thailand, Suster Ana Rosa Sivori, menanti-nantikan kedatangan sepupunya, Paus Fransiskus.
Biarawati Katolik itu akan dipersatukan kembali dengan sepupunya, yang akrab dia panggil Jorge, pada minggu ketiga November.
Suster Sivori, yang telah tinggal di Thailand selama lebih dari 50 tahun, akan bepergian bersama Paus Francis ketika dia berkunjung dari 20-23 November.
"Bagi saya, senang dia datang ... Saya tidak pernah berpikir bahwa dia akan datang ke Thailand," kata biarawati itu kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
Suster Sivori mengatakan bahwa dia dan Paus tumbuh bersama di Argentina. Namun mereka tidak dekat sebagai anak-anak, karena Jorge Mario Bergoglio (nama Paus saat itu) enam tahun lebih tua darinya.
Terakhir kali mereka bertemu adalah pada tahun 2018, ketika Suster Sivori mampir di Vatikan, selama perjalan pulang ke Vatikan.
Dia mengatakan mereka terikat pada kecintaan mereka pada buku.
"Dia membawaku ke ruangan besar dengan banyak buku. Dia menyuruhku memilih," Katanya.
"Ketika kita berbicara, kami merasa seperti saudara. Bagi saya, tentu saja saya tahu bahwa dia adalah Paus ... tetapi kami hanya berbicara."
Dia akan melakukan perjalanan ke Bangkok sebelum kedatangan Paus dan terus mendampinginya selama kunjungannya, atas permintaan Paus.
Di negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha, Paus Fransiskus akan bertemu Raja Maha Vajiralongkorn, bapa leluhur Buddha tertinggi, dan para pemimpin dan murid Katolik. Setelah itu dia akan terbang ke Jepang.