RAKYATKU.COM, SONORA - 12 anggota keluarga, termasuk sembilan anak-anak dan tiga wanita, tewas dalam serangan mengerikan di Meksiko.
Para korban berasal dari keluarga LeBaron, yang terkait dengan komunitas Mormon, yang memisahkan diri dan menetap di Meksiko utara beberapa dekade lalu.
Aktivis dan kerabat LeBaron mengatakan bahwa beberapa anggota keluarga dibakar hidup-hidup selama serangan mengerikan itu.
Menurut laporan Azcentral.com, keluarga itu hendak menghadiri sebuah pernikahan dengan menaiki tiga kendaraan. Mereka meninggalkan Bavispe, Sonora, pada hari Senin.
Di tengah perjalanan, tiga kendaraan mereka diserang oleh tembakan, dan menyebabkan salah satu kendaraan meledak dan terbakar.
Tayangan cuplikan di televisi Meksiko menunjukkan sisa-sisa mobil telah hangus terbakar.
Kerabat korban, Leah Staddon mengatakan bahwa tiga ibu yang terbunuh memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Meksiko. Menurutnya, istri keponakannya dan empat anaknya, termasuk bayi kembar berusia 4 bulan, tewas dalam kobaran api.
Dia menambahkan bahwa saudara lelakinya telah ke lokasi kejadian, dan menemukan kendaraan yang penuh peluru masih membara. Mayat-mayat hangus terlihat di dalamnya.
"Ini sangat menghancurkan," kata Staddon. "Itu tidak bisa dipahami. Aku tidak mengerti bagaimana seseorang bisa melakukan itu."
Pemerintah negara bagian Chihuahua dan Sonora mengatakan bahwa penyelidikan telah diluncurkan. Mereka menambahkan bahwa beberapa orang diduga tewas, sementara yang lain hilang.