Senin, 28 Oktober 2019 18:02
Ilustrasi
Editor : Mays

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Hari ini, Senin, 28 Oktober 2019, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Harusnya, pemuda-pemuda mengisinya dengan kegiatan bermanfaat.

 

Namun, di Kampus Paratngtambung, Universitas Negeri Makassar (UNM), mahasiswa dua fakultas terlibat bentrok menggunakan senjata tajam. 

Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin mengatakan, tawuran ini bermula saat Makassar FBS melakukan unjuk rasa di depan kampus UNM Parangtambung. Tiba-tiba diserang mahasiswa Fakultas Seni dari dalam kampus. 

"Jadi saya dapat informasi itu sebelum zuhur, mahasiswa seni dan bahasa, sempat baku lempar. Benda tajam juga ada jenin busur," terangnya.

 

Bentrokan ini diduga karena buntut dari bentrokan beberapa waktu lalu. Saat itu, ada dua orang korban dan satu motor mahasiswa seni dibakar. 

Dua korban penikaman masing-masing berinisil AR dan IS. AR menderita luka tusukan benda tajam pada bagian punggung dan IR mengalami luka tusukan pada bagian pinggang. 

"Saya belum tahu apa motifnya. Kemungkinan masih ada kaitannya dengan yang kemarin. Kemungkinan yah, karena kita masih selidiki dulu," terangnya.

Kendati demikian, pada insiden tawuran ini, polisi tak mengamankan satu mahasiswa. Alasannya, karena telah diambil alih oleh birokrasi kampus, melalui dekan fakultas masing-masing.

"Tidak ada yang diamankan, semuanya langsung dari dekannya yang menarik mahasiswanya. Kalau barang bukti tidak diamankan, cuma ditemukan beberapa titik, ada anak panah itu saja. Kerugian juga masih dilidik kita belum sempat masuk, karena masih ada negosiasi dengan pimpinan fakultas," bebernya.

Saat ini, pimpinan kedua fakultas tengah bernegosiasi dengan mahasiswanya, untuk penyelesaian masalah kedua belah pihak. 

"Dan kami tidak memasuki wilayah itu, biarkan pihak kampus sendiri yang membuat kesepakatan," tegas Kapolsek Tamalate.

TAG

BERITA TERKAIT