RAKYATKU.COM - Siti Aisyah akhirnya menceritakan bagaimana dia terlibat dalam pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un.
Seperti yang telah dia akui selama persidangan di Malaysia, Siti mengatakan bahwa dia telah ditipu. Dia diberitahu bahwa dia akan terlibat dalam acara prank YouTube, dan akan menjadi terkenal setelahnya.
"Jika hari ini berjalan baik, kamu akan dikenal di seluruh dunia," katanya pada Daily Mail, mengulang apa yang dikatakan oleh orang yang menjebaknya. "Kamu bisa menjadi aktris terkenal."
Dalam beberapa hal, orang itu memang benar, karena Siti terkenal di seluruh dunia. Tapi tidak seperti yang dia harapkan, karena dia identik dengan salah satu pembunuhan paling berani di dunia.
Korbannya, Kim Jong Nam meninggal pada Februari 2017 setelah diolesi dengan agen saraf mematikan VX di bandara internasional Kuala Lumpur.
Siti beraksi bersama wanita muda lainnya dari vietnam dan Duong Thi Huong. Keduanya sempat menghadapi kemungkinan hukuman mati dan menghabiskan lebih dari dua tahun di penjara, sebelum akhirnya dibebaskan.
Sejak saat itu, Siti bertekad untuk tidak menonjolkan diri, dan kembali ke Indonesia.
Setelah dilacak oleh Daily Mail pada hari Minggu, dia memutuskan untuk menceritakan kisahnya yang luar biasa secara penuh untuk pertama kalinya.
Siti mengatakan bahwa dia menyesal, marah, dan bingung. Dia menggambarkan bagaimana rasanya dieksploitasi dengan kejam oleh para pembunuh yang tidak peduli apakah dia juga akan hidup atau mati.
"Aku tidak tahu apa yang telah kulakukan," kata Siti, menahan tangis. "Mereka mengatakan padaku bahwa mereka akan menjadikanku bintang. Saya merasa sangat bodoh karena memercayai mereka begitu mudah."
Lanjut ke halaman berikutnya....
[NEXT]"Jika saya dapat memutar balik waktu, saya tidak akan pernah setuju untuk melakukannya."
"Ketika saya keluar dari penjara saya mencari nama saya di internet dan akhirnya menyadari apa itu semua. Saya berpikir: bagaimana saya bisa terperangkap dalam kasus pembunuhan besar yang melibatkan orang-orang penting ini?"
"Saya hanya seorang gadis dari desa kecil. Saya hanya percaya saya sedang bermain prank. Hanya itu yang saya pikirkan."
Daily Mail mencatat bahwa kisahnya seperti sesuatu dari film thriller yang dibuat-buat, yaitu seorang wanita muda yang polos direkrut oleh agen rahasia untuk memenuhi misi yang mematikan dan rahasia.
Lanjut ke halaman selanjutnya ...
[NEXT]Kehidupan Siti Aisyah
Siti saat ini berusia 27 tahun. Dia dalah ibu dari anak laki-laki berusia sepuluh tahun, bernama Rio.
Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dia berhenti sekolah pada usia 12 tahun. Dan pada usia 17 tahun dia menikah.
Tapi pernikahan itu tidak bahagia karena suaminya suka berjudi dan tidak pernah mendukungnya saya secara finansial. Perkawinan itu pun gagal dan ia meninggalkan putranya pada mertuanya.
Dia kemudian meninggalkan Indonesia untuk mencari nafkah di industri seks di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.
Pada tahun 2017 dia bekerja sebagai tukang pijat di hotel Flamingo di Kuala Lumpur, dan menjemput klien malam hari di Beach Club Cafe.
Bagaiaman ia ditarik ke plot pembunuhan
Pada suatu malam pada bulan Januari, dia bertemu dengan seorang sopir taksi yang akan mengubah perjalanan hidupnya untuk selamanya.
"Dia mengatakan kepada saya bahwa dia memiliki klien Jepang yang mencari seseorang untuk bertindak dalam acara Reality TV dan dia mengatakan saya memiliki tampilan yang tepat," kenangnya.
Tersanjung, Siti pergi ke sebuah pertemuan di sebuah pusat perbelanjaan kelas atas. Dan pada hari berikutnya dia bertemu 'James', yang mengatakan kepadanya bahwa dia adalah seorang produser TV Jepang, yang membuat acara candid untuk YouTube.
Faktanya, James adalah asli Ri Ji U, adalah seorang agen Korea Utara berusia 30 tahun.
Dia tidak dapat berbahasa Indonesia, jadi ia berkomunikasi melalui Google Translate.
Dia dibertahu bahwa pekerjaan pertamanya cukup mudah dan akan dibayar 400 ringgit (Rp1,3 juta). Siti diberitahu bahwa dia hanya harus mendekati tiga pria secara acak di mal setempat dan mengolesi baby oil pada mereka sebelum meminta maaf dan berjalan pergi, sementara James merekamnnya dengan iPhone-nya.
"Setelah itu dia memberi tahu saya bahwa saya telah melakukan pekerjaan dengan baik dan akan ada lebih banyak pekerjaan seperti ini untuk saya," katanya.
Siti mengatakan bahwa pada awalnya dia merasa gugup, jangan sampai ada yang bereaksi buruk atau memukulnya.
"Saya mempertanyakan mengapa ada orang yang ingin menonton hal semacam ini tetapi mereka mengatakan kepada saya bahwa penonton Jepang menyukainya dan videonya diedit di Singapura untuk acara TV besar."
“Saya telah mendapatkan 400 ringgit selama 15 menit kerja. Di hotel tempat saya bekerja sebagai tukang pijat, saya hanya mendapat 20 ringgit untuk setiap pelanggan."
Pada minggu-minggu berikutnya, Siti dipanggil oleh James untuk melakukan lelucon serupa di mal-mal lain dan di bandara Kuala Lumpur.
Latihannya selalu sama: James akan meletakkan lotion di tangan Siti sebelum dia mendekati korbannya dari belakang dan menyeka wajah mereka.
Kemudian upahnya meningkat dan diberitahu bahwa dia akan dibawa ke AS.
“Aku bahkan memberinya pasporku sehingga dia bisa mengatur visa untukku. Saya sangat bersemangat. Saya pikir ini akan mengubah hidup saya."Siti mengakui bahwa dia memiliki perasaan untuk James, dan itu mungkin membuatnya lebih mudah mempercayainya.
Lanjut ke hamalam selanjutnya ...
[NEXT]Beberapa minggu kemudian, Siti diterbangkan ke Kamboja dan dihubungkan dengan 'produser' lain yang bernama Chang. Dia sebenarnya adalah agen Korea lainnya dengan nama asli Hong Song Hac.
Chang bisa berbicara Bahasa Indonesia dengan lancar. Pekerjaannya tetap sama, dan Siti terus membuat film video di Phnom Penh dan Kuala Lumpur.
Di belakang layar, Korea Utara berusaha mati-matian untuk melacak Kim Jong Nam. Dan mereka akhirnya mengetahui bahwa dia akan ke Malaysia.
Jadi dua hari sebelum pembunuhan, Siti kembali ke Kuala Lumpur, dan diberi bonus $ 200 Mr Chang.
"Ketika saya bertanya untuk apa uang itu, dia mengatakan itu karena saya bekerja sangat baik di Phnom Penh dan bosnya sangat senang dengan saya."
Pada hari H, Siti tiba di sebuah kedai kopi bandara Kuala Lumpur untuk menemui 'Mr Chang' untuk mendapatkan pengarahan tentang tugas terbarunya.
Di sana diberitahu bahwa ini akan sedikit berbeda, karena dia tidak hanya memiliki target tertentu tapi juga akan melakukannya dengan 'aktris' lain.
Seperti setiap lelucon sebelumnya, Chang kemudian mengeluarkan sebuah wadah kecil, seukuran botol sampo hotel lalu menuangkan cairan itu ke tangan Siti.
Dia kemudian ditunjukkan targetnya di ruang keberangkatan bandara, dan dipandu pergi ke arahnya.
“Tuan Chang memberi tahu saya bahwa lelaki itu adalah bos besar di perusahaannya,” katanya. "Dia bilang dia sangat arogan dan mungkin marah sehingga saya harus melakukan lelucon dan kemudian pergi secepat mungkin."
Itu salah satu alasan Siti mengakui dia sangat gugup saat dia berjalan ke arah pria, yang ternyata adalah Kim Jong Nam.
Dia ingat bahwa dia hanya dua langkah darinya ketika Huong tiba-tiba memotong jalannya dari arah yang berbeda dan meletakkan tangannya di atas mata Kim.
Siti dan Huong kemudian melarikan diri ke berbagai arah, dan keduanya langsung menuju kamar mandi yang berbeda untuk membersihkan cairan lengket dari tangan mereka.
Awalnya, para pejabat intelijen berpikir bahwa mereka mungkin telah membawa komponen kimia yang berbeda.
Faktanya, kedua wanita itu membawa racun VX yang mematikan, yang bisa membunuh mereka.
Sementara itu, Kim Jong Nam menggeliat kesakitan dan meninggal di bandara.
Lalu dua malam kemudian, polisi datang untuk menangkapnya. Dia awalnya mengira itu adalah lelucon YouTube lainnya.
Tapi dia kemudian diberitahu bahwa dia telah terlibat dalam pembunuhan. Dia awalnya tertawa, tapi segera menyadari bahwa itu serius.
Dia akhirnya harus menjalani hari-harinya di penjara dan diselimuti ketakutan akan dihukum mati.
Hari ini, enam bulan setelah dibebaskan, ia belajar untuk menjadi ahli kecantikan.
"Saya ingin masa depan yang lebih baik," tegasnya. "Saya ingin punya anak lagi dan mungkin suatu hari nanti saya akan menikah lagi jika aku menemukan pria yang baik."