Sabtu, 28 September 2019 20:26
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah terus memantau perkembangan situasi di Papua, khususnya di Wamena. Ia mengatakan, saat ini warga Sulsel yang ada di Papua, sudah mendapat jaminan keamanan dari pemerintah di Papua.

 

"Kita memantau terus perkembangan di Wamena. Harapan kami semoga kondisi Wamena kondusif kembali," kata Nurdin Abdullah kepada Rakyatku.com sesaat lalu, Sabtu (28/9/2019).

Nurdin mengungkapkan, warganya di Papua untuk sementara ditampung di tempat-tempat yang aman. Sejauh ini, Pemprov Sulsel masih menunggu perkembangan situasi, untuk bisa memulangkan warga Sulsel dari Papua. 

"Masih kita lihat perkembangan di sana dulu. Tidak mudah memulangkan. Mereka sudah bertahun-tahun di sana. Bahkan sudah terjalin huhungan emosional yang kuat. Semoga semakin kondusif suasana di Papua," ujarnya. 

 

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengevakuasi warga Sulsel untuk meninggalkan Wamena, Papua. Evakuasi ini harus dilakukan, mengantisipasi kericuhan susulan di daerah tersebut.

"Barusan saya telpon Pemprov Papua, bahwa warga Sulsel sudah dievakuasi ke kantor Polisi atau TNI. Dan sebagian turun ke Jayapura," kata Andi Sudirman Sulaiman. 

Dikatakan Sudirman, Pemprov Sulsel setiap saat memantau perkembangan situasi di Wamena dan sekitarnya. Dia menjamin, Pemprov Sulsel akan melakukan upaya menjaga keamanan warganya di sana.

"Karena ini lintas provinsi, tentu menunggu gubernur memutuskan dari hasil koordinasi kami," ujarnya.

Sudirman juga sudah memerintahkan Sekda Sulsel, untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan, untuk membicarakan bantuan CSR. 

"Termasuk untuk emergency pemulangan jika dibutuhkan," tambah adik Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ini.

Namun kata Sudirman, beberapa saat lalu dia mendapat kabar, jika kondisi di Wamena sudah mulai kondusif. Ia berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Alhamdulillah kondisi sudah lebih baik," pungkasnya.

TAG

BERITA TERKAIT