RAKYATKU.COM, SAITAMA - Pejabat Jepang telah memusnahkan 753 babi di Prefektur Saitama, setelah mendeteksi wabah flu babi.
Surat kabar Yomiuri melaporkan bahwa pemusnahan berlangsung pada hari Sabtu (14/09/2019) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Selain itu, pejabat Saitama juga memutuskan untuk menghentikan pengiriman dari dua peternakan babi lainnya di wilayah wabah.
Tahun lalu, Jepang mengkonfirmasi wabah flu babi pertama dalam 26 tahun di negara itu. Kasus itu ditemukan di sebuah peternakan di Prefektur Gifu, Jepang tengah.
Demam yang terdeteksi di Jepang adalah jenis yang berbeda dari demam babi Afrika yang mematikan yang telah diperangi China.
Penyakit yang ditemukan di Gifu juga dikenal sebagai babi kolera. Ini terjadi di antara babi, babi hutan dan tidak menular ke manusia.
Jepang adalah produsen daging babi terbesar ke-10 di dunia, dan mengekspor produk daging babi senilai sekitar 12 miliar yen setiap tahun.